Kasus ISPA di Kota Jambi Meroket 39 Persen Tembus 9 Ribu Jiwa
- 30 Sep 2026 07:37 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Gelombang gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara di Kota Jambi kian mengkhawatirkan. Dinas kesehatan bersama instansi terkait kini dihadapkan pada lonjakan tajam jumlah warga yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seiring tingginya konsentrasi polutan di atmosfer.
Berdasarkan data surveilans yang dirilis di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan, Mako Damkar Kota Jambi, hingga Selasa, 29 September 2026, jumlah penderita ISPA telah menembus angka 9.050 pasien. Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, membeberkan bahwa penyakit ini mendominasi daftar keluhan kesehatan warga dibanding jenis penyakit lainnya.
"ISPA menjadi kasus penyakit yang paling dominan dibandingkan penyakit lainnya yang masuk dalam pemantauan surveilans," tutur Doni, Selasa, 29 September 2026.
Secara kumulatif, total pasien dari berbagai keluhan mencapai 10.443 orang. Di luar kasus ISPA, tercatat ada 951 pasien diare serta 442 pasien yang mengalami konjungtivitis atau iritasi mata.
Angka penderita ISPA ini menunjukkan lonjakan yang sangat drastis apabila dikomparasikan dengan catatan pada 15 September 2026 lalu, di mana saat itu jumlah kasus baru berada di angka 6.508 pasien. Artinya, hanya dalam rentang waktu sekitar dua pekan saja, terjadi penambahan sebanyak 2.542 kasus baru atau melesat hingga kisaran 39 persen.
Melejitnya angka kesakitan ini berjalan lurus dengan tren penurunan kualitas udara di Kota Jambi. Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa, 29 September 2026 pukul 15.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat menyentuh angka 255 yang dikategorikan sebagai tingkat "sangat tidak sehat". Selain itu, parameter lain seperti PM10 berada di angka 131, sulfur dioksida (SO2) di angka 45, serta karbon monoksida (CO) sebesar 36.
Kendati tren lonjakan ISPA ini beriringan dengan buruknya udara, para ahli tetap memandang perlunya kehati-hatian dalam menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung, mengingat masalah kesehatan pernapasan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, imunitas tubuh, serta mobilitas warga.
Melihat ribuan warga telah terdampak, masyarakat luas—khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia—dihimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta disiplin mengenakan masker guna meminimalisir risiko paparan partikulat berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....