BMKG Ingatkan Dampak Prediksi Musim Hujan Jambi terhadap Berbagai Sektor

  • 30 Sep 2026 09:48 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Prediksi awal musim hujan 2026/2027 di Provinsi Jambi yang diperkirakan datang lebih lambat dari normal perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan berbagai sektor terkait.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan informasi musim hujan tidak hanya berkaitan dengan kondisi cuaca, tetapi juga penting dalam mendukung perencanaan dan kesiapsiagaan di berbagai bidang.

Hal itu disampaikannya dalam press release Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Jambi yang diselenggarakan secara virtual oleh BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jambi.

Menurut Ana, secara umum awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia diprediksi mundur dari normal. Untuk Provinsi Jambi, karakteristik musim juga dapat berbeda antara satu kabupaten atau kota dengan wilayah lainnya.

“Jadi ini berbeda-beda untuk setiap wilayah termasuk juga kabupaten kota di wilayah Provinsi Jambi, dengan durasi musim hujan yang lebih singkat daripada normalnya walaupun intensitasnya cenderung normal,” tuturnya, Selasa 29 September 2026.

Ana menyebut kondisi tersebut dipengaruhi fenomena global El Nino yang diperkirakan berada pada kategori sangat kuat hingga awal 2027.

Karena itu, ia meminta prediksi musim hujan tersebut dicermati dalam penyusunan kebijakan maupun perencanaan operasional sektoral.

Sejumlah sektor yang perlu memperhatikan informasi tersebut antara lain pertanian, perkebunan, pengelolaan sumber daya air, kebencanaan, infrastruktur dan transportasi.

“Yang paling harus dicermati adalah bagaimana dampak terhadap kegiatan operasional ataupun sektoral di instansi masing-masing,” katanya.

Ana menambahkan, prediksi musim yang disampaikan BMKG dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perencanaan dan kesiapsiagaan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar informasi iklim dapat diterjemahkan menjadi langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kolaborasi tersebut mencakup BMKG, pemerintah daerah, instansi terkait, media, akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat.

“Informasi iklim dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah antisipasi yang tepat,” tuturnya.

Dengan pemanfaatan informasi tersebut, BMKG berharap seluruh stakeholders dapat mempersiapkan diri menghadapi musim hujan 2026/2027 sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....