Gerak Cepat Dinas PUPR Perbaiki Jembatan Limbur Merangin yang Viral

  • 29 Sep 2026 13:51 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Proses perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Limbur Merangin dan Desa Simpang Limbur Merangin kini tengah digenjot oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin. Langkah sigap ini dilakukan menyusul viralnya insiden sebuah mobil ambulans yang sempat terperosok akibat lapuknya lantai jembatan beberapa waktu lalu.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Merangin, Ariya Asghara, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi menyeluruh ini mulai dikerjakan sejak Senin, 21 September 2026. Pihaknya langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk merombak total struktur jembatan yang memiliki panjang 110 meter dan lebar 2,5 meter tersebut.

"Proses penanganan teknis perbaikan jembatan, kami membongkar semua lantai jembatan gantung yang rusak, kemudian kami menambahkan gelagar memanjang dari pangkal hingga ujung jembatan," tutur Ariya Asghara, Senin, 28 September 2026.

Ia memaparkan, jika sebelumnya jembatan hanya bertumpu pada material kayu, kini pihaknya melakukan penggantian total dengan memasang gelagar profil I berbahan besi berkualitas tinggi dari pangkal hingga ke seberang jembatan. Selain itu, pengerjaan senilai kurang lebih Rp400 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2026 ini juga akan dilengkapi dengan pemasangan lantai kayu baru serta jalur khusus roda untuk kendaraan ringan seperti minibus.

Menurut Ariya, rencana perbaikan ini sebenarnya sudah masuk dalam agenda perencanaan daerah berdasarkan hasil survei awal, jauh sebelum video insiden tersebut ramai diperbincangkan di media sosial berkat koordinasi aktif antara pemerintah desa dan anggota DPRD Merangin.

Seluruh proses pengerjaan konstruksi ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan ke depan. Mengingat kondisi jembatan yang masih dalam tahap pembongkaran dan pembangunan, masyarakat diimbau untuk bersabar dan tidak melintas demi keselamatan bersama.

Di akhir keterangannya, pihak Dinas PUPR Merangin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin melaporkan kerusakan infrastruktur jalan atau jembatan di wilayahnya. Warga dipersilakan melapor secara resmi dengan melampirkan dokumentasi agar dapat ditindaklanjuti berdasarkan skala prioritas penanganan.

"Nanti kami akan menurunkan tim ke lokasi guna melakukan survei, ada skala prioritas dalam pelaksanaan perbaikan yang akan kami ajukan kepada pihak terkait sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," kata Ariya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....