Penemuan Jasad Membusuk di Jelutung, Polisi Pastikan tanpa Kekerasan

  • 28 Sep 2026 21:31 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Polsek Jelutung Kota Jambi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di kediamannya, kawasan RT 25, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.

Pria bernama Tarmizi, yang akrab disapa warga dengan panggilan Bujang itu, ditemukan pada Minggu, 27 September 2026. Saat dievakuasi, kondisi jasadnya memprihatinkan dan telah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Ondo Siburian, menjelaskan bahwa kesimpulan awal mengenai penyebab kematian didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban. Pihak keluarga pun telah mengikhlaskan kepergian korban sehingga menolak proses autopsi lebih lanjut.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi, tapi dari pemeriksaan sementara atau luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Ondo memberikan keterangan tertulis, Senin, 28 Septembr 2026.

Terkait identitas, Ondo membenarkan bahwa korban memang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama panggilannya.

“Kalau nama aslinya Tarmizi, tapi panggilan sehari-hari Bujang di kampungnya,” katanya.

Kronologi Penemuan Jasad

Penemuan jasad ini sebelumnya sempat menggegerkan warga setempat. Kecurigaan bermula ketika para tetangga mulai mencium bau menyengat dari arah rumah korban pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Merasa ada yang tak beres, warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

“Tetangganya, dia mencium bau busuk,” kata salah seorang warga di lokasi kejadian.

Salah satu tetangga korban, Wak Juber, menuturkan bahwa selama ini Bujang hidup menyendiri dan belum berkeluarga. Sehari-harinya, pria malang tersebut dikenal warga bekerja mencari nafkah dengan berjualan.

“Ujang namo dio, dio masih bujangan, dio jualan,” tutur Wak Juber.

Saat warga akhirnya berhasil melihat ke dalam rumah, mereka mendapati tubuh korban sudah dalam kondisi membengkak, telentang di ruang tamu, dan mengeluarkan cairan.

“Lah bengkak, di ruang tamu, kayak ado darah (cairan). Posisi terlentang. Kito nengok ngapo rame-rame, itu lah kami tahu (ada mayat),” kata Wak Juber menceritakan situasi kepanikan pagi itu.

Melihat kondisi tubuh korban, warga sekitar menduga bahwa almarhum kemungkinan telah menghembuskan napas terakhirnya sejak tiga hingga lima hari sebelum akhirnya ditemukan.

Tak berselang lama setelah menerima laporan warga, aparat kepolisian langsung tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban guna penanganan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....