UIN Jambi Sambut Mahasiswa Asing dari Tiga Negara

  • 16 Sep 2026 19:48 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyambut mahasiswa internasional, Selasa 15 September 2026. Penyambutan tersebut berlangsung di ruang rapat rector UIN STS Jambi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi kampus dalam menyambut mahasiswa asing yang bergabung dalam lingkungan akademik. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan budaya akademik dan non-akademik UIN STS Jambi kepada mahasiswa internasional. Dengan demikian, penyambutan ini sekaligus memperkuat orientasi global UIN STS Jambi.

Koordinator Pengelola Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) LPPM UIN STS Jambi, Dion Ginanto. Dalam laporannya, Dion menyampaikan perkembangan kedatangan mahasiswa internasional di UIN STS Jambi.

Tahun ini, UIN STS Jambi menerima mahasiswa internasional dari tiga negara yang telah tiba atau dijadwalkan datang. Sebanyak tujuh mahasiswa berasal dari Sudan. Dari jumlah tersebut, tiga mahasiswa telah tiba di Jambi.

Sementara itu, empat mahasiswa lainnya dijadwalkan menyusul pada 24 September 2026. Selanjutnya, delapan mahasiswa berasal dari Malaysia dan seluruhnya telah berada di Jambi. Kemudian, tiga mahasiswa lainnya berasal dari Thailand dan seluruhnya telah tiba di Jambi. Dengan demikian, terdapat 18 mahasiswa internasional dari tiga negara dalam kegiatan penyambutan tersebut.

Dorong keberagaman mahasiswa internasional

Dion mengatakan, kedatangan mahasiswa dari Sudan menjadi momentum baru bagi UIN STS Jambi. “Ini adalah awalan yang bagus, pertama kalinya kita menerima mahasiswa dari Afrika,” kata Dion.

Ia berharap ke depan semakin banyak negara yang mengirimkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UIN STS Jambi. “Semoga ke depan akan ada negara-negara baru yang hadir di UIN STS Jambi,” ujarnya.

Selanjutnya, sambutan disampaikan Ustaz Saudi Abdulqodir M. Fil. Ia merupakan dosen Pengajian Tinggi Islam Darul Maarif Patani (PETIDAM). Dalam kesempatan tersebut, Saudi Abdulqodir mewakili para dosen mahasiswa internasional.

Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa internasional memperoleh pembinaan selama menjalani pendidikan. “Saya menitipkan kepada UIN STS Jambi, didiklah mereka,” kata Saudi Abdulqodir.

Menurut dia, pendidikan yang diperoleh mahasiswa di Indonesia diharapkan memberi manfaat bagi negara asal. “Agar ketika kembali mereka dapat memberi manfaat yang besar bagi negara mereka,” lanjutnya.

Setelah itu, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyerahkan jaket almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa internasional. Selanjutnya, mahasiswa asing diserahkan kepada fakultas masing-masing untuk mengikuti proses pendidikan.

Target perluasan negara asal mahasiswa

Dalam sambutannya, Prof. Kasful Anwar menekankan pentingnya keberadaan mahasiswa internasional bagi perkembangan akademik kampus. Ia berharap mahasiswa asing dapat memberikan perspektif baru bagi lingkungan akademik UIN STS Jambi. “Kami berharap mahasiswa asing dapat memberi warna tersendiri bagi kemajuan akademik UIN STS Jambi,” kata Kasful.

Ia menyebut mahasiswa internasional UIN STS Jambi tahun ini berasal dari empat negara. “Tahun ini ada empat negara di UIN Jambi: Thailand, Malaysia, Sudan, Filipina,” tutunya.

Karena itu, Rektor meminta PLKI meningkatkan keberagaman negara asal mahasiswa internasional pada tahun berikutnya. “Tahun depan saya meminta kepada PLKI untuk dapat menggenjot jumlah variasi negara asing,” kata Kasful.

Menurut dia, pengembangan kerja sama internasional tidak perlu terbatas pada kawasan Asia Tenggara. “Bukan hanya dari Asia Tenggara, mungkin bisa dari Asia Timur, Asia Tengah, Asia Selatan,” katanya.

Bahkan, ia membuka peluang perluasan jejaring mahasiswa internasional hingga kawasan Eropa.

Mahasiswa Sudan mengikuti kursus Bahasa Indonesia

Sementara itu, mahasiswa internasional juga mendapatkan pengaturan tempat tinggal sesuai negara asal. Mahasiswa Sudan akan tinggal di Ma’had UIN STS Jambi selama menjalani pendidikan.

Sedangkan mahasiswa Thailand dan Malaysia menempati mess yang berada di luar lingkungan kampus. Selain itu, mahasiswa Sudan dan Thailand dijadwalkan mengikuti program Bahasa Indonesia.

Khusus mahasiswa Sudan, mereka akan menjalani kursus intensif selama satu semester. Program tersebut dilaksanakan sebelum mahasiswa Sudan mengikuti perkuliahan reguler. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan Bahasa Indonesia yang memadai.

Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran dan interaksi selama berada di lingkungan kampus. Kegiatan penyambutan turut dihadiri sejumlah pimpinan dan pengelola UIN STS Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....