Jaga Harmoni Bertetangga, Solusi Konflik Sosial dan Adab dalam Islam

  • 16 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Program siaran langsung Mutiara Pagi kembali menyapa pendengar dengan mengulas kiat-kiat menjaga kerukunan dan harmoni dalam kehidupan bertetangga. Acara yang dipandu oleh Bang Nirman bersama narasumber Ustazah ini menyoroti berbagai dinamika sosial yang kerap menjadi pemicu keretakan hubungan antarwarga di lingkungan pemukiman.

Penyuluh Agama islam memaparkan salah satu pemicu perselisihan yang kerap terjadi di pemukiman, yakni sengketa pekarangan akibat dahan pohon buah milik warga yang melintas ke tanah tetangga hingga memicu konflik selama bertahun-tahun. Untuk mencegah pertikaian berlarut-larut, ia menyarankan pemangkasan atau penebangan dahan pohon serta keterlibatan pihak ketiga, seperti perangkat desa atau ulama, sebagai penengah. Langkah pendamaian ini dinilai penting mengingat ajaran agama menganjurkan agar sesama warga tidak saling bertegur sapa maksimal selama tiga hari.

Selain masalah batas fisik pekarangan, dialog interaktif ini juga membahas persoalan kesenjangan status ekonomi setelah menerima pertanyaan dari seorang pendengar bernama Pak T. Yusuf mengenai perlakuan tidak menyenangkan oknum warga mampu terhadap tetangganya.

Menanggapi hal tersebut, Asmaliyah Achmad Penyuluh agama Isalam menegaskan bahwa keberadaan warga kurang mampu seharusnya disikapi secara positif sebagai ladang kebaikan. "Kalau kita lihat orang miskin itu sebenarnya peluang bagi kita untuk menambah pahala. Kita bisa lebih banyak bersedekah, dan perkataan yang baik kepada orang miskin itu juga membuahkan sebuah pahala," tutur Asmaliyah, Selasa, 15 September 2026.

Terkait upaya penyelesaian konflik akibat perbedaan status sosial tersebut, Ustazah menekankan pentingnya peran figur berwenang seperti pengurus RT, perangkat desa, maupun tokoh agama untuk menegur warga yang bertindak sewenang-wenang. Menurutnya, penyampaian nasihat akan jauh lebih efektif jika disampaikan oleh pihak ketiga yang memiliki wewenang dan pengaruh, alih-alih teguran langsung antarwarga yang sedang mengalami perselisihan.

Sebagai penutup, mengimbau masyarakat untuk senantiasa berbuat baik dan menerapkan 12 adab bertetangga karya Imam Al-Ghazali agar tidak menjadi pemicu masalah (problem maker) di lingkungannya. Ia juga membagikan doa perlindungan dari tetangga yang buruk sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., seraya berharap masyarakat terus memelihara tali silaturahmi demi terwujudnya lingkungan tempat tinggal yang damai dan harmonis

Penulis Ayu Syahniza

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....