Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Sulit Pantau Keaktifan Siswa
- 09 Sep 2026 15:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah memasuki pekan kedua sejak diberlakukan pada 26 Agustus. Dalam pelaksanaannya, sekolah menggunakan sejumlah platform pembelajaran daring, seperti Google Classroom dan Zoom Meeting, sesuai kebutuhan masing-masing guru. Hal ini disampaikan wakil kurikulum SMKN 1 kota Jambi Puti Masurai.
Dirinya menyebut tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Namun, keaktifan siswa menjadi salah satu tantangan yang cukup dirasakan guru selama proses belajar berlangsung dari rumah.
Guru dinilai mengalami kesulitan untuk memastikan siswa benar-benar mengikuti dan memperhatikan materi pembelajaran ketika tidak berada langsung di dalam kelas.
“Yang pertama itu keaktifan siswa. Tentunya sulit bagi guru untuk memonitoring atau memastikan bahwa siswa benar-benar atensif terhadap pembelajaran ketika siswa itu tidak ada di sekolah,” tuturnya, selasa ,8 September 2026.
Untuk memantau kondisi tersebut, guru mencatat siswa yang aktif maupun tidak aktif selama pembelajaran. Data tersebut kemudian dilaporkan kepada wali kelas untuk dilakukan tindak lanjut.
Selain memantau siswa, sekolah juga mewajibkan guru melaporkan pelaksanaan pembelajaran setiap hari kepada Wakasek Kurikulum. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kegiatan belajar daring berjalan sesuai ketentuan.
“Setiap harinya juga dilakukan evaluasi apakah guru telah melaksanakan pembelajaran secara online dengan baik,” katanya.
Keterbatasan pendampingan orang tua juga menjadi salah satu faktor yang membuat pengawasan siswa selama PJJ tidak mudah. Sebagian besar orang tua tetap harus bekerja sehingga tidak dapat mendampingi anak sepanjang waktu.
Selain keaktifan, kejenuhan siswa juga menjadi perhatian. Minimnya interaksi secara langsung dengan teman-teman selama pembelajaran daring membuat sebagian siswa berpotensi merasa bosan.
Sementara itu, PJJ untuk sementara dijadwalkan berlangsung hingga 9 September. Sekolah masih menunggu perkembangan kondisi udara untuk menentukan apakah pembelajaran daring akan diperpanjang atau siswa dapat kembali belajar secara tatap muka. Pihak sekolah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali dilaksanakan secara normal di sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....