Membersihkan Kalbu, Menata Diri menuju Kebaikan
- 07 Sep 2026 09:00 WIB
- Jambi
RRI. CO. ID, Jambi : Kalbu atau hati merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Baik dan buruknya perilaku seseorang tidak terlepas dari kondisi hatinya. Karena itu, membersihkan kalbu menjadi salah satu upaya penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara: 88–89)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa pada akhirnya yang menjadi bekal berharga bukanlah harta, kedudukan, ataupun apa yang kita miliki, melainkan qalbun salim, yaitu hati yang bersih dan selamat.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Zulfadli, S.Th.I., M.Ag. mengingatkan pentingnya menjaga hati dari berbagai penyakit seperti iri, dengki, sombong, riya, buruk sangka, dendam, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Penyakit hati sering kali tidak tampak secara lahiriah, tetapi dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, berbicara, dan memperlakukan orang lain.
Membersihkan kalbu dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir dan istighfar, membaca serta mentadabburi Al-Qur'an, memperbaiki niat, memperbanyak amal kebaikan, melakukan muhasabah, serta belajar memaafkan dan mengikhlaskan. Hati juga perlu dijaga agar selalu terbuka menerima nasihat dan kebenaran.
Membersihkan qalbu bukan berarti merasa diri sudah suci, tetapi menyadari bahwa hati manusia selalu membutuhkan penjagaan dan perbaikan. Semakin seseorang mengenal Allah, semestinya semakin lembut hatinya, semakin rendah hati sikapnya, dan semakin baik akhlaknya kepada sesama.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan qalbu adalah perjalanan sepanjang kehidupan. Mari terus bermuhasabah, memperbaiki diri, dan memohon kepada Allah agar hati kita dijauhkan dari penyakit-penyakit batin serta dianugerahi qalbun salim, hati yang bersih dan selamat ketika kembali menghadap-Nya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....