Atasi Karhutla, Pemprov Jambi Tempuh Modifikasi Cuaca hingga Salat Istisqa

  • 05 Sep 2026 07:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi bersama instansi terkait menempuh berbagai langkah intensif, baik secara teknologi maupun spiritual, guna mengatasi dampak musim kemarau yang makin meluas. Keterbatasan curah hujan memicu ancaman kekeringan di sejumlah daerah serta meningkatnya titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi terjadinya hujan. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Mertua Sinaga, menyampaikan bahwa penyemaian awan diarahkan untuk memicu hujan di kawasan terdampak kekeringan serta membasahi lahan-lahan gambut yang rawan terbakar.

Sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi darurat Karhutla, ribuan jemaah menggelar Salat Istisqa di halaman kantor Gubernur Jambi. Kegiatan ibadah memohon hujan tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, jajaran pimpinan daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga para santri dari berbagai pondok pesantren.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk kepasrahan dan permohonan pertolongan kepada Tuhan di tengah maraknya kebakaran lahan. "Hari ini cukup banyak lahan-lahan yang terbakar, oleh karena itu kita bermunajat kepada Allah. Mudah-mudahan doa-doa dan salat kita tadi dikabulkan dan insyaallah Jambi segera diturunkan hujan," tutur Al Haris.jum'at 4 September 2026.

Meski operasi modifikasi cuaca dan doa bersama terus digalakkan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Warga juga diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta menjaga lingkungan agar tidak memicu munculnya titik api baru di area lahan yang semakin mengering.

Penulis : Ayu Syahniza

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....