Dinsos Kota Jambi Evakuasi 14 Korban Kebakaran Cempaka Putih
- 31 Agt 2026 20:32 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kondisi kualitas udara yang terus memburuk akibat kabut asap di Kota Jambi membuat proses evakuasi korban kebakaran di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, dilakukan secara lebih spesifik. Pemerintah terpaksa memisahkan kelompok rentan dari lokasi reruntuhan pada Senin, 31 Agustus 2026, guna menghindari dampak ganda dari bencana kebakaran dan polusi udara.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menegaskan bahwa pemindahan belasan warga tersebut ke Rumah Singgah Dinsos merupakan langkah murni demi keselamatan kesehatan.
"Kenapa anak-anak, lansia dan ibu-ibu dievakuasi ke rumah singgah? Karena mengingat kualitas udara Kota Jambi sedang tidak baik," katanya.
"Untuk kebakaran di RT 23, korban yang dievakuasi ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Jambi sesuai instruksi, anak-anak, ibu-ibu dan lansia dievakuasi. Sedangkan bapak-bapaknya tinggal di tenda di lokasi kebakaran," kata Yunita merinci situasi di lapangan.
Total warga yang terdampak musibah ini berjumlah 59 jiwa. Dari jumlah tersebut, 14 orang dari kelompok rentan memilih berlindung di fasilitas Dinsos, sementara sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat. Khusus bagi kaum pria yang memilih berjaga di lokasi kebakaran, pemerintah telah mendirikan tenda darurat lengkap dengan fasilitas air bersih dan toilet portabel.
Guna menjamin keberlangsungan hidup para korban selama masa tanggap darurat, pemerintah bersama lembaga terkait telah menyiapkan skema bantuan langsung, meliputi:
Logistik Harian: "Kita juga menyediakan makan yang menggunakan dana tanggap darurat selama tiga hari," kata Yunita.
Santunan Tunai BAZNAS: Setiap Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akan menerima bantuan uang tunai senilai Rp2 juta. Bantuan Gubernur Jambi: Telah dianggarkan dana sebesar Rp50 juta, namun masih menunggu jadwal penyerahan resmi.
"Semoga ini bisa membantu mereka untuk keseharian mereka. Waktu lalu ada juga bantuan dari Gubernur Jambi berupa uang Rp50 juta untuk korban kebakaran, tapi belum tahu kapan penyerahannya," tutur Yunita menambahkan.
Di tengah penyaluran bantuan darurat tersebut, warga masih harus bersabar menanti kejelasan nasib hunian mereka. Pemkot Jambi belum bisa mengambil tindakan fisik karena masih menunggu asesmen kerugian secara menyeluruh. " Untuk pemulihan rumah masih menunggu dari BPBD Kota Jambi. Itu masih dalam perhitungan rekonstruksi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....