Karhutla Tanjabbar 214 Hektare data BPBD Catat ada Penurunan
- 31 Agt 2026 16:01 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Luasan wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tercatat menembus angka 214,4 hektare terhitung sejak Januari hingga akhir Agustus ini. Kendati angkanya akumulasinya cukup tinggi, posisi Tanjabbar justru mengalami penurunan dari peringkat kedua menjadi peringkat keempat sebagai daerah dengan luasan karhutla terbesar di Provinsi Jambi.
Koordinator Pusat Informasi BPBD Tanjabbar, Syaiful Anwar, mengonfirmasi pergeseran peringkat tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026.
“Kemarin terbanyak nomor dua, sekarang disalip kabupaten lain, bisa jadi bakal disalip Tanjabtim, selisih 5 hektare,” katanya.
Berdasarkan catatan rinci BPBD Tanjabbar, luasan 214,4 hektare yang hangus terbakar itu berasal dari 210 rentetan kejadian karhutla yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luas lahan terbakar mencapai 125,7 hektare dari 119 kejadian.
Menyusul di bawahnya adalah Kecamatan Renah Mendaluh dengan luas lahan terbakar 60,3 hektare dari 73 kejadian, dan Kecamatan Bram Itam seluas 17 hektare dari 3 kejadian. Titik api juga turut menghanguskan wilayah lainnya dengan luasan yang bervariasi, yakni Kecamatan Senyerang seluas 5 hektare, Betara 4,2 hektare, Merlung 1,5 hektare, Muara Papalik 0,5 hektare, dan Kuala Betara dengan 0,2 hektare lahan terbakar.
Selain menghitung kerugian luas lahan, instansi penanggulangan bencana ini juga terus memantau kemunculan titik panas (hotspot). Mengacu pada hasil pantauan satelit Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terdeteksi sebanyak 794 titik panas yang mengepung Tanjabbar selama periode yang sama.
Meski secara luasan lahan Kecamatan Batang Asam menempati posisi teratas, kemunculan titik panas terbanyak justru terdeteksi di wilayah Kecamatan Betara dengan total 308 hotspot. Diikuti oleh Batang Asam yang mencatatkan 226 hotspot, Bram Itam 173 hotspot, dan Renah Mendaluh sebanyak 53 hotspot.
Beberapa kecamatan lainnya juga tercatat menyumbang kemunculan titik panas, di antaranya Senyerang dengan 12 hotspot, Muara Papalik 10 hotspot, dan Pengabuan 8 hotspot. Sementara itu, Kecamatan Merlung terpantau memiliki 2 hotspot, serta Kuala Betara dan Tungkal Ilir masing-masing mencatatkan satu titik panas di wilayahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....