Pengaruh Media Sosial Picu Kebiasaan Anak dan Remaja Berkata Kasar

  • 31 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Fenomena anak-anak dan remaja yang gemar berkata kasar akibat pengaruh media sosial kini menjadi tantangan bagi orang tua dan guru. Perilaku tersebut kerap muncul karena anak melihat kata-kata kasar mendapatkan respons berupa tawa, perhatian, hingga tanda suka atau likes di media sosial. Kondisi ini dapat membuat anak menganggap penggunaan bahasa kasar sebagai sesuatu yang wajar, bahkan sebagai perilaku yang dianggap keren di lingkungan pergaulannya.

Praktisi hukum Ferdricka Nggeboe menilai kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat berkembang menjadi perilaku negatif lainnya. “Penggunaan bahasa kasar juga dapat menjadi pintu masuk terjadinya perundungan atau bullying terhadap orang lain,” ujar Ferdricka, Senin 31 Agustus, 2026.

Karena itu, peran orang tua dan guru menjadi penting dalam mengawasi penggunaan media sosial serta memberikan pemahaman mengenai dampak dari perilaku tersebut. Anak perlu dibimbing untuk membedakan konten yang layak ditiru dengan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Edukasi mengenai penggunaan bahasa yang baik dan pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial diharapkan dapat mencegah kebiasaan berkata kasar berkembang menjadi tindakan perundungan. Pendampingan secara konsisten juga diperlukan agar anak memahami pentingnya menjaga tutur kata dalam kehidupan sehari-hari maupun ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....