UMKM Tumbuh Pesat, Banyak Usaha Belum Siap Bertahan

  • 31 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pertumbuhan UMKM secara kuantitatif terbilang sangat pesat, terutama setelah pandemi. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas dan kesiapan pelaku usaha. Sekitar 80 persen UMKM disebut tutup pada tahun pertama karena memulai usaha tanpa persiapan dan pengetahuan yang matang, termasuk sekadar mengikuti tren atau usaha yang sedang viral.

Pembina UMKM Rumah Kreatif Tempoa Jambi, Rachmadi Anshari, mengatakan sebagian pelaku UMKM memulai usaha karena terpaksa lantaran tidak memiliki pilihan lain. Kondisi tersebut diperparah pengelolaan arus kas yang buruk, perencanaan keuangan yang belum matang, serta masih bercampurnya uang pribadi dengan keuangan bisnis. "Banyak yang memulai usaha karena terpaksa dan belum memiliki persiapan yang matang," ujar Rachmadi pada Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, kurangnya riset pasar dan strategi pemasaran yang lemah juga menjadi faktor yang membuat UMKM kesulitan mempertahankan usahanya. Selain itu, ketiadaan sistem operasional yang jelas turut menjadi kendala dalam menjaga keberlangsungan bisnis. "Pelaku UMKM perlu memahami pasar, mengelola keuangan, dan memiliki sistem operasional yang jelas agar usaha bisa bertahan," katanya.

Karena itu, pertumbuhan jumlah UMKM perlu diiringi peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pengetahuan bisnis, perencanaan keuangan, riset pasar, pemasaran, serta pengelolaan operasional yang lebih baik. Dengan demikian, UMKM tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....