Kemarau, BMKG Jambi Warning 4 Wilayah Ini Rawan Kekeringan

  • 31 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap ancaman kekeringan di empat kabupaten. Wilayah yang menjadi sorotan utama untuk segera melakukan mitigasi meliputi Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Penurunan curah hujan yang drastis selama fase puncak musim kemarau membuat cadangan air tanah di keempat daerah tersebut menyusut tajam. Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, menyebutkan bahwa hasil pemantauan iklim menunjukkan wilayah-wilayah ini memiliki tingkat kerentanan paling parah terhadap krisis air bersih dalam beberapa pekan ke depan.

"Kami sudah memetakan bahwa Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjabbar, dan Tanjabtim saat ini berada pada fase rawan kekeringan. Hujan nyaris tidak turun, sehingga warga dan pemerintah daerah harus segera mengambil langkah mitigasi sebelum sumber air benar-benar kering," tutur Jaya Martua Sinaga, Minggu (30 Agustus 2026).

Kondisi geografis keempat kabupaten yang memiliki sebaran kawasan lahan gambut luas turut menambah tingkat risiko. Kekeringan ekstrem tidak hanya memicu krisis air untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun irigasi pertanian, tetapi juga melipatgandakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif.

"Kekeringan di wilayah pesisir dan gambut seperti Tanjabbar dan Tanjabtim sangat sensitif. Jika lapisan bawah gambut sudah mengering total, api sekecil apa pun akan merambat cepat dan sangat sulit dipadamkan. Jadi, selain berhemat air, patroli pengawasan terhadap titik api harus jauh lebih diperketat," katanya.

Sebagai langkah antisipasi proaktif, BMKG mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di empat wilayah tersebut untuk segera menyiagakan armada tangki air bersih. Skema distribusi atau dropping air ke desa-desa yang rawan terdampak harus dipersiapkan sejak dini agar masyarakat tidak kelabakan saat sumur-sumur mereka mulai mengering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....