Strategi Jaga Stabilitas Keuangan bagi Pekerja

  • 30 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Menjaga stabilitas keuangan di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi dan inflasi menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja. Tanpa pengelolaan pendapatan yang bijak, pekerja dari berbagai tingkat penghasilan dinilai sangat rentan terjebak dalam krisis finansial dan lilitan utang.

Akademisi dan pengamat ekonomi, Ahmad Soleh, mengungkapkan bahwa akar masalah keuangan yang kerap menimpa pekerja bukanlah semata-mata pada besaran gaji yang diterima, melainkan pada kebiasaan konsumsi yang tidak terkendali.

"Salah satu jebakan terbesar bagi pekerja saat ini adalah lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup. Ketika pendapatan naik, standar hidup dan pengeluaran gaya hidup berangsur-angsur ikut naik, sehingga uang yang ditabung atau diinvestasikan justru tidak bertambah," tutur Ahmad Soleh, Sabtu, 9 Agustus 2026.

Untuk menghindari jebakan tersebut dan menjaga keuangan tetap stabil, Soleh merumuskan tiga langkah strategis yang harus disiplin diterapkan oleh para pekerja:

Terapkan Prinsip Anggaran Proporsional: Pekerja disarankan menggunakan aturan baku seperti 50-30-20, yakni mengalokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan primer (cicilan, makan, transportasi), 30 persen untuk keinginan (hiburan, hobi), dan wajib menyisihkan 20 persen di awal untuk tabungan atau investasi.

Bangun Bantalan Dana Darurat: Ini adalah pilar keamanan utama. Soleh merekomendasikan pekerja lajang untuk memiliki dana darurat setara 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin bulanan. Sementara bagi pekerja yang sudah berkeluarga, idealnya memiliki bantalan dana hingga 9 atau 12 bulan pengeluaran.

Hindari Utang Konsumtif: Kemudahan akses pinjaman online (pinjol) dan paylater harus disikapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Pekerja diimbau untuk tidak berutang demi barang-barang yang nilainya terdepresiasi atau sekadar untuk gaya hidup.

Lebih lanjut, Soleh menekankan bahwa literasi keuangan harus terus ditingkatkan, baik oleh pekerja secara mandiri maupun melalui fasilitas pelatihan dari tempat kerja.

"Stabilitas keuangan itu bukan tentang seberapa besar uang yang bisa Anda hasilkan hari ini, tapi seberapa banyak uang yang bisa Anda simpan dan kelola untuk menghadapi hari esok. Kedisiplinan adalah kunci utamanya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....