Pemkab Muaro Jambi Naikkan Status Karhutla Menjadi Siaga Tanggap Darurat
- 27 Agt 2026 23:28 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi resmi menaikkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi Siaga Tanggap Darurat Bencana. Keputusan tersebut diambil menyusul maraknya titik api dan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).
Penetapan status itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla yang dipimpin Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, di Ruang Ridan, Kantor Bupati Muaro Jambi, Kamis 27 Agustus 2026.
Rakor tersebut dihadiri Kajari Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, S.H., M.Hum., Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Budhi Hartono, S.Sos., M.T., perwakilan Dandim 0415/Jambi, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Junaidi mengatakan, peningkatan status tersebut diperlukan agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
“Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat mobilisasi personel, sarana dan prasarana, serta anggaran guna memadamkan titik api dan menanggulangi dampak yang ditimbulkan Karhutla,” tegas Junaidi.
Karhutla Berdampak ke Berbagai Sektor
Kondisi Karhutla diperparah dengan fenomena kemarau panjang yang melanda Muaro Jambi tahun ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga telah mengganggu sejumlah sektor vital masyarakat.
Di sektor kesehatan, kabut asap tebal dilaporkan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di wilayah Muaro Kumpeh.
Sementara itu, sektor pendidikan turut terdampak. Demi melindungi kesehatan peserta didik dari paparan asap, kegiatan pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/sederajat dialihkan sementara ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Dampak kemarau panjang juga dirasakan sektor pertanian. Petani cabai merah mengalami kerugian akibat kekeringan yang menyebabkan gagal panen.
Tidak hanya itu, para pembudidaya ikan di kawasan Mendalo Laut hingga Sungai Duren juga menghadapi persoalan serius. Surutnya pasokan air secara drastis menyebabkan kematian massal ikan budidaya.
Junaidi meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla untuk meningkatkan koordinasi dan mempercepat langkah di lapangan.
Ia mengimbau Satgas Karhutla, jajaran TNI-Polri, OPD, serta masyarakat agar bersama-sama mencegah munculnya titik api baru sekaligus menangani dampak yang sudah terjadi.
“Saya mengimbau seluruh Satgas Karhutla, TNI-Polri, OPD terkait, dan masyarakat untuk bahu-membahu bergerak cepat di lapangan. Kita harus menekan munculnya titik api baru dan bersama-sama memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Junaidi.
Pemkab Muaro Jambi berharap peningkatan status menjadi Siaga Tanggap Darurat Bencana dapat memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mempercepat penanganan Karhutla dan dampak kemarau panjang yang terjadi di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....