SMPN 7 Kota Jambi Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh di tengah Kondisi Asap

  • 26 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- SMP Negeri 7 Kota Jambi menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh siswa menyusul kondisi kualitas udara akibat asap yang semakin menurun dan dinilai membahayakan kesehatan.

Kepala SMPN 7 Kota Jambi, Erdalena, mengatakan kebijakan tersebut mengikuti surat edaran Walikota Jambi terkait kondisi udara yang semakin tidak sehat. Meski siswa belajar dari rumah, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa secara daring.

“Masalah asap yang semakin tinggi dan sudah membahayakan, maka siswa diliburkan tetapi tetap pembelajaran secara daring. Guru-guru hadir di sekolah untuk memberikan pembelajaran daring, begitu juga guru dan staf tata usaha tetap hadir seperti biasa,” ujar Erdalena.

Ia menegaskan, istilah “diliburkan” bukan berarti siswa benar-benar berhenti dari kegiatan sekolah. Siswa tetap mengikuti pembelajaran dari rumah hingga kondisi udara memungkinkan untuk kembali belajar secara tatap muka.

“Tidak ada instruksi libur, tetapi belajar di rumah. Jadi pembelajaran tetap berjalan dan kami dari sekolah tetap memantau,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya memberikan tugas kepada siswa. Materi pembelajaran juga disampaikan secara langsung melalui Zoom, sehingga siswa tetap mendapatkan penjelasan dari guru untuk setiap mata pelajaran.

“Tidak hanya tugas, tetapi juga memberikan materi-materi melalui Zoom. Setelah satu mata pelajaran selesai, dilanjutkan dengan mata pelajaran lainnya. Jadi guru tetap memantau anak-anak sampai sekitar pukul 14.30,” jelas Erdalena.

Terkait penyampaian informasi kepada orang tua, pihak sekolah memanfaatkan paguyuban orang tua serta peran wakil kepala sekolah dan para guru. Informasi mengenai perkembangan kebijakan dari pemerintah dapat diteruskan kepada orang tua dengan cepat.

“Kita berikan informasi melalui waka, kemudian guru-guru untuk diinformasikan langsung ke paguyuban orang tua. Jadi bisa cepat diakses orang tua,” ungkapnya.

Erdalena juga mengimbau orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak selama pembelajaran dilakukan dari rumah. Menurutnya, kebijakan belajar dari rumah bukan berarti siswa bebas beraktivitas di luar.

“Kami mengimbau orang tua supaya tidak memberikan keleluasaan anaknya untuk bermain di luar. Karena sekolah kita liburkan, bukan berarti libur. Kita tetap sekolah, hanya belajarnya dari rumah,” tegasnya.

Ia khawatir, jika pengawasan dari orang tua kurang, siswa justru memanfaatkan waktu di rumah untuk bepergian atau bermain di luar, sementara kondisi udara masih belum memungkinkan.

“Kita mohon kepada orang tua untuk memantau anak-anaknya supaya tidak ada kegiatan di luar rumah. Jangan sampai nanti di rumah malah ke mana-mana. Itu yang kita khawatirkan,” katanya.

Sementara itu, jika nantinya pemerintah mengeluarkan instruksi agar siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka, pihak sekolah akan mewajibkan penggunaan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan udara yang tidak sehat.

“Kita pantau. Kalau seandainya nanti ada instruksi untuk masuk kembali, kita mewajibkan anak-anak memakai masker. Jadi kami juga mengimbau orang tua supaya membekali anaknya dengan masker, tidak hanya di sekolah tetapi di rumah juga,” pungkas Erdalena.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....