Kabut Asap, BPBD Batanghari Imbau Warga Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas Luar
- 24 Agt 2026 22:16 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi-Kondisi kualitas udara di wilayah Kabupaten Batanghari menjadi perhatian seiring meningkatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data indeks standar pencemar udara (ISPU) yang menjadi acuan BPBD menunjukkan angka 265 dan masuk kategori berbahaya.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Batanghari, Solihin, mengatakan pihaknya masih menggunakan data dari stasiun pemantauan terdekat, yakni stasiun di Muaro Jambi.
“Kalau untuk ISPU, kami masih mengacu ke stasiun yang terdekat, Muaro Jambi. Itu saat ini sudah masuk dalam kategori berbahaya, 265,” kata Solihin kepada RRI, senin, 23 Agustus 2026.
Menurut Solihin, penggunaan data dari stasiun Muaro Jambi dilakukan karena stasiun tersebut merupakan titik pemantauan yang paling dekat dengan wilayah Batanghari.
Meski demikian, kondisi asap di Batanghari sendiri mulai dirasakan masyarakat. Asap disebut semakin pekat terutama pada pagi hari.
“Sekarang pagi-pagi asap sudah mulai pekat,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
Solihin juga meminta masyarakat menutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke rumah serta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.
“Untuk kelompok rentan, kami mengimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat juga diminta tidak memperparah kondisi udara dengan melakukan pembakaran lahan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak melakukan pembakaran lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ini dapat memperburuk kondisi udara,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....