Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Turun
- 24 Agt 2026 22:13 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. BMKG menyebut kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, seiring meningkatnya titik panas dan kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan kondisi tersebut juga berdampak terhadap jarak pandang mendatar.
"Kualitas udara kemarin dan hari ini kategori sangat tidak sehat. Kalau biasanya kategori sedang, paling parah itu tidak sehat. Nah, dua hari belakangan ini kualitas udaranya sangat tidak sehat," kata Jaya Martua Sinaga kepads RRI, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, konsentrasi partikel yang mengambang di atmosfer telah berada di atas ambang 150 mikrogram per meter kubik sehingga masuk kategori sangat tidak sehat.
Selain menurunkan kualitas udara, kabut asap juga menyebabkan jarak pandang mendatar berkurang hingga sekitar 1.000 meter.
"Jarak pandang juga menurun seribu meter," ujarnya.
Dampak penurunan jarak pandang tersebut bahkan dirasakan dalam aktivitas penerbangan. Jaya mengatakan kondisi visibilitas di Jambi sempat menyebabkan pesawat yang seharusnya mendarat di Jambi dialihkan ke Batam karena jarak pandang di wilayah tersebut lebih baik.
Kondisi ini diperkirakan masih perlu diwaspadai mengingat musim kemarau di Jambi belum berakhir. BMKG memprakirakan musim kemarau masih berlangsung hingga pertengahan Oktober.
Jaya menjelaskan, cuaca panas dan kering, kelembapan rendah, serta tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kualitas udara.
Ia mengingatkan masyarakat agar segera melakukan pemadaman apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Sebab, kondisi angin dan vegetasi yang kering dapat membuat api dengan cepat membesar dan menyebar.
Terlebih jika kebakaran terjadi di lahan gambut. Api dapat menjalar hingga lapisan dalam tanah dan menghasilkan asap dalam jumlah besar yang berpotensi memperburuk kualitas udara.
"Kalau api itu membesar, apalagi di daerah gambut sampai beberapa meter, apinya di dalam gambut. Kemudian ada asap, itu menyebabkan ISPU memburuk, kualitas udara memburuk," katanya.
Kondisi udara yang buruk tidak hanya berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas transportasi, termasuk penerbangan dan kendaraan di jalan raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....