Musim Kemarau, Warga Jambi Diminta Waspada Karhutla

  • 20 Agt 2026 10:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Musim kemarau yang memasuki periode puncaknya membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi perlu ditingkatkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik panas dan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan rawan terbakar.

BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 secara umum berpotensi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Risiko karhutla juga diprediksi meningkat pada Agustus hingga September, dengan Jambi termasuk wilayah Sumatra yang mendapat perhatian khusus. Kondisi tersebut diperkuat oleh pengaruh El Niño yang berpotensi membuat curah hujan lebih rendah di sejumlah wilayah.

Menghadapi kondisi tersebut, kesiapsiagaan berbagai pihak terus diperkuat. Manggala Agni Provinsi Jambi menyatakan personel, kendaraan, dan peralatan pemadam telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kejadian karhutla. Sejumlah kejadian kebakaran sebelumnya juga telah terjadi di beberapa daerah, di antaranya Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Tebo, hingga Sarolangun.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah karhutla. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar permukiman maupun kawasan hutan dan lahan. Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung hingga September, kewaspadaan perlu dipertahankan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, perusahaan, masyarakat peduli api, dan warga menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla. Kondisi cuaca kering harus dihadapi dengan kesiapsiagaan, karena satu sumber api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi bencana besar apabila tidak segera ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....