Stok Beras Cukup dan Pemprov Jambi Tetap Waspadai Dampak Kemarau
- 18 Agt 2026 14:55 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi memastikan ketersediaan pangan masih berada dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berlangsung. Salah satu indikatornya, stok beras di daerah itu hingga Agustus 2026 diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 314 hari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan ketersediaan pangan masih terjaga berdasarkan hasil pemantauan produksi pertanian dan pasokan di sejumlah pasar.
“Untuk kondisi ketahanan pangan Provinsi Jambi pada saat ini masih terkendali dan masih aman. Walaupun kita melihat musim kemarau sudah mulai berjalan, namun secara pemantauan hasil produksi pertanian di Provinsi Jambi masih aman dan pasokan untuk pasar-pasar juga masih aman,” kata Johansyah, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Johansyah, kondisi tersebut diketahui melalui neraca pangan yang disusun Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi setiap bulan.
"Neraca tersebut digunakan untuk memantau perkembangan produksi, kebutuhan, serta ketersediaan berbagai komoditas pangan," katanya.
Dari 12 komoditas yang dipantau pemerintah, seluruhnya masih berada dalam kondisi aman. Beras menjadi salah satu komoditas dengan tingkat ketersediaan yang cukup kuat.
“Dari 12 komoditas yang kita lakukan pemantauan dan pencatatan, kondisinya masih aman. Contoh saja, untuk Agustus ini kita masih punya stok beras hampir untuk 314 hari,” kata Johansyah.
Selain ketersediaan stok, pergerakan harga sejumlah komoditas juga menjadi perhatian pemerintah. Penurunan harga cabai di sejumlah pasar, misalnya, dinilai menjadi salah satu indikator bahwa pasokan komoditas tersebut cukup tersedia.
“Masalah cabai juga sekarang terjadi penurunan harga. Itu menurun sekitar Rp25 ribu di pasar-pasar. Artinya, itu menunjukkan bahwa posisi pangan di Jambi masih aman,” jelasnya.
Meski stok pangan terpantau mencukupi, pemerintah tidak mengendurkan pengawasan. Pemantauan harga dilakukan setiap hari untuk mendeteksi lebih awal potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan di pasar.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten dan kota. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Johansyah mengatakan GPM masih akan terus dilaksanakan secara berkala, baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.
“Gerakan pangan murah ini kita kira-kiranya masih berlanjut. Hampir setiap bulan kita laksanakan, baik di provinsi maupun kabupaten kota,” tuturnya.
Dengan stok beras yang diperkirakan masih mencukupi hingga 314 hari serta pemantauan harga yang dilakukan secara rutin, pemerintah berharap stabilitas pangan di Jambi tetap terjaga di tengah berlangsungnya musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....