Sebaran Luasan Karhutla di Jambi
- 13 Agt 2026 21:58 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Provinsi Jambi hingga pertengahan Agustus 2026 telah mencapai 338,92 hektare. Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani. Luasan itu masih bersifat sementara karena sejumlah kabupaten masih melakukan pemadaman dan belum memperbarui data luasan lahan terbakar.
"Dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, terdapat delapan wilayah yang dikategorikan rawan Karhutla," katanya Rabu 12 Agustus 2026.
Menurutnya, Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni mencapai 112 hektare. Disusul Tanjung Jabung Barat dengan 58,10 hektare dan Batanghari sekitar 50,03 hektare. Sementara itu, kebakaran di Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi masing-masing tercatat sekitar 32 hektare. Kota Jambi sekitar 30 hektare, sedangkan Bungo 14 hektare dan Merangin tiga hektare.
"Khusus di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tim gabungan masih melakukan pendinginan dan penyisiran karena masih ditemukan sejumlah titik dengan asap tebal," ujarnya.
Dijelaskan, Sekitar 120 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan Karhutla di wilayah tersebut. Personel berasal dari TNI, BPBD, Manggala Agni, regu pengendalian kebakaran serta tim pemadam dari sejumlah perusahaan. Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan juga diperkuat dengan pengerahan empat unit water bombing.
Andre mengatakan, penanganan di Sungai Gelam telah berlangsung sekitar tujuh hari. Intensitas api dan asap kini mulai menurun, namun kondisi lahan gambut membuat proses pendinginan harus terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api. BPBD Jambi juga menyiapkan dukungan kesehatan dan logistik bagi petugas yang telah berhari-hari berada di lokasi.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama puncak musim kemarau pada Agustus hingga September. BPBD Jambi menyebut sebagian besar kejadian Karhutla berkaitan dengan aktivitas manusia. Karena itu, pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan meluasnya kebakaran di tengah kondisi lahan yang semakin kering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....