Kemenhaj Kota Jambi Soroti Keuangan Travel Umrah Bermasalah
- 13 Agt 2026 22:29 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Jambi, M. Kholis, menyoroti potensi pola “gali lubang tutup lubang” dalam kasus biro perjalanan umrah yang menawarkan paket dengan harga sangat murah.
Hal itu disampaikan M. Kholis saat menanggapi kasus puluhan calon jemaah yang gagal berangkat umrah melalui PT Gema Suara Talbia.
Menurutnya, harga paket yang terlalu rendah perlu menjadi tanda peringatan bagi masyarakat. Ia menduga, dalam kasus tertentu, persoalan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi keuangan travel yang bermasalah.
“Kalau saya berpikir, logikanya, di detik-detik terakhir memang sudah tidak ada niat untuk memberangkatkan. Yang penting uang terkumpul, mungkin bisa untuk menutup yang lain,” ujar Kepala Kemenhaj Kota Jambi, M.Kholis, Kamis 13 Agustus. 2026.
Ia mengatakan pola semacam itu pada akhirnya dapat merugikan masyarakat karena pembayaran calon jemaah berikutnya berpotensi digunakan untuk menutup kewajiban sebelumnya. M. Kholis pun meminta masyarakat tidak mengesampingkan logika hanya karena memiliki keinginan kuat untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Ambisi ke Arab Saudi itu semakin kuat di masyarakat. Kadang-kadang karena antusiasme besar, logika yang baik malah dikesampingkan,” katanya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat Jambi untuk menjalankan ibadah umrah merupakan hal positif. Namun, kondisi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya melihat penampilan, kedekatan personal, maupun bujukan marketing. Legalitas dan rekam jejak travel harus menjadi pertimbangan utama.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa biro perjalanan umrah yang legal dan memiliki rekam jejak baik umumnya menawarkan harga yang sesuai dengan komponen biaya perjalanan.
Masyarakat bisa melakukan konsultasi kepada Kementerian Haji dan Umrah di daerah sebelum memilih travel. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah calon jemaah menjadi korban biro perjalanan bermasalah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....