Lahan Gambut dan Angin Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Muaro Jambi

  • 12 Agt 2026 05:38 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi-Proses penanganan kebakaran di Sungai Gelam menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api masih bertahan di dalam tanah meski api di permukaan telah padam. Hal ini disampaikan Andre Eko Rinjani, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD provinsi Jambi .

Selain itu, sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran membuat petugas harus menggunakan jaringan selang dalam jumlah banyak untuk menjangkau titik api.

Kondisi angin yang cukup kencang dan perubahan arah angin yang sulit diprediksi juga turut memperlambat proses pemadaman.

“Pertama, lahan gambut. Yang kedua, sumber air. Jauhnya sumber air dari titik api, jadi kita harus menggunakan peralatan selang yang cukup banyak. Dan juga angin cukup kencang di lokasi, jadi kondisinya sulit untuk pemadaman. Perubahan angin juga sangat sulit,” jelas Andre kepada RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.

BPBD Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar, terutama selama musim kemarau.

Berdasarkan informasi cuaca yang diterima BPBD, hingga 18 Agustus mendatang sejumlah wilayah di Jambi diperkirakan masih mengalami kondisi cerah berawan dengan potensi hujan yang terbatas. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

BPBD pun terus melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama musim kemarau.

Hingga kini, penanganan karhutla di Sungai Gelam masih berlanjut melalui proses pendinginan dan pemantauan titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api serta mengantisipasi meluasnya kebakaran

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....