Hadapi Kekeringan Pemkot Jambi Siapkan Benih Adaptif dan Pompa Air
- 05 Agt 2026 12:36 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi – Pemerintah Kota Jambi mengintensifkan berbagai langkah untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Bantuan benih, pompa air hingga normalisasi sungai menjadi upaya utama menjaga produktivitas lahan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amirudin, mengatakan pada tahun 2026 pemerintah telah mengalokasikan bantuan benih padi adaptif untuk lahan seluas 200 hektar.
"Melalui APBD Kota Jambi kami memberikan benih padi yang adaptif terhadap kondisi kemarau sehingga tanaman lebih mampu bertahan apabila musim kering berlangsung lebih panjang," katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan pompa air kepada kelompok tani melalui bantuan APBD maupun pemerintah pusat.
"Pompa air sudah kami salurkan kepada sejumlah kelompok tani sejak 2024 hingga 2025 agar petani dapat memanfaatkan sumber air terdekat untuk irigasi," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga telah meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) melakukan normalisasi sungai.
"Kami meminta normalisasi aliran sungai karena banyak sedimentasi yang menyebabkan aliran air tidak lancar. Ini penting agar pasokan air ke lahan pertanian tetap tersedia," jelas Amirudin.
Ia mengimbau petani memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal sekaligus lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amirudin, mengatakan pada tahun 2026 pemerintah telah mengalokasikan bantuan benih padi adaptif untuk lahan seluas 200 hektar.
"Melalui APBD Kota Jambi kami memberikan benih padi yang adaptif terhadap kondisi kemarau sehingga tanaman lebih mampu bertahan apabila musim kering berlangsung lebih panjang," katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan pompa air kepada kelompok tani melalui bantuan APBD maupun pemerintah pusat.
"Pompa air sudah kami salurkan kepada sejumlah kelompok tani sejak 2024 hingga 2025 agar petani dapat memanfaatkan sumber air terdekat untuk irigasi," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga telah meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) melakukan normalisasi sungai.
"Kami meminta normalisasi aliran sungai karena banyak sedimentasi yang menyebabkan aliran air tidak lancar. Ini penting agar pasokan air ke lahan pertanian tetap tersedia," jelas Amirudin.
Ia mengimbau petani memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal sekaligus lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....