Juli 2026, Provinsi Jambi mengalami deflasi sebesar 0,06 persen
- 04 Agt 2026 13:08 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi Mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jambi sebesar 3,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,41.
Kepala BPS provinsi Jambi Aidil Adha menerangkan Inflasi tertinggi terjadi di Muara Bungo sebesar 4,21 persen dengan IHK sebesar 113,99 dan terendah terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 3,14 persen dengan IHK sebesar 115,63.
Inflasi y-on-y di Provinsi Jambi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 4,24 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 3,00 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 1,51 persen; kelompok Kesehatan sebesar 4,18 persen; kelompok Transportasi sebesar 4,73 persen; kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,99 persen; kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 1,04 persen; kelompok Pendidikan sebesar 1,43 persen; kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 4,42 persen; dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 6,35 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 4,20 persen.
Dijelaskan, Pada Juli 2026, Provinsi Jambi mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,06 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,73 persen.
Dijelaskan, Selama tahun 2026, setidaknya ada 2 kali terjadi deflasi yakni pada Januari dan Juli.
"Komoditas yang mendorong inflasi secara m to m yakni ; daging ayam ras, bensin, tarif Rumah sakit, jengkol, beras, bawang putih, kentang, kacang panjang, tarif dokter umilum, jeruk sedangkan yang mendorong inflasi y o y adalah emas perhiasan, bensin, cabe merah, nasi dengan lauk, Bahan bakar rumah tangga, jeruk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, daging ayam ras, angkutan udara," katanya dalam rilis berita resmi statistik, Senin 3 Agustus 2026.
Adapun Komodtas penahan inflasi m to m adalah bawang merah, cabai merah, angkutan udara, telùr ayam ras, emas perhiasan, bayam, ikan serai, kangkung, labu siam, ikan dencis sedangkan komoditas penahan inflasi y o y meliputi: bawang merah, beras, kentang, baju stelan anak, baju kaos tanpa kerah, petai, jengkol, pengharum cucian, sandal kulit wanita, kemeja panjang batik pria.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....