Ancaman Kemarau Panjang, BPBD Batang Hari Peringatkan Risiko Karhutla

  • 31 Jul 2026 07:50 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari makin mengintai seiring datangnya puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memperingatkan bahwa kondisi cuaca kering ekstrem diperkirakan bakal bertahan lebih lama dari biasanya.

Kondisi tanah dan vegetasi yang mulai mengering menjadikan wilayah Batang Hari sangat rentan terpesat titik api. Celakanya, mayoritas insiden karhutla yang terjadi belakangan ini justru dipicu oleh ulah manusia yang sengaja membakar semak saat membersihkan atau membuka lahan baru.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, menegaskan bahwa pola lama penyiapan lahan dengan cara dibakar harus segera dihentikan total. Api sekecil apa pun di tengah puncak kemarau berpotensi cepat menjalar dan memicu bencana asap dalam skala besar.

"Puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli dan Agustus. Saat ini kita sudah memasuki masa puncak dan kondisi kemarau ini berpotensi berlangsung lebih lama," ungkap Sholihin, Kamis, 30 Juli 2026.

Langkah edukasi lapangan ini sengaja digenjot untuk mengubah pola pikir warga serta memperkuat mitigasi bencana mandiri di tingkat tapak. Sebab, selain banjir di musim hujan, karhutla menjadi salah satu bencana paling merusak yang saban tahun mengancam Batang Hari.

"Kegiatan KIE ini bertujuan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat terkait potensi bencana serta langkah-langkah mitigasi penanggulangannya," jelasnya.

Guna mencegah dampak negatif yang berlanjut pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi daerah, BPBD meminta seluruh elemen warga menaruh perhatian serius pada bahaya api selama kemarau ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Batang Hari, agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," tutup Sholihin tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....