Penyuluh dan POPT Perkuat Pengawasan Hama saat Musim Kemarau
- 30 Jul 2026 21:38 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Perubahan iklim yang memengaruhi pola musim turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di Kabupaten Batang Hari. Menghadapi kondisi tersebut, penyuluh pertanian bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) memperkuat pengawasan di lapangan untuk menjaga produktivitas tanaman padi.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Batang Hari, Irfan Adesra menyebutkan, musim kemarau menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai petani karena beberapa jenis hama berpotensi berkembang dan menyerang tanaman.
"Ketika memasuki musim kemarau, hama yang sering mengancam tanaman padi di antaranya wereng dan walang sangit. Ini yang perlu menjadi perhatian petani," katanya, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Irfan, pengendalian hama tidak cukup dilakukan setelah serangan terjadi, tetapi harus melalui pemantauan sejak awal. Karena itu, penyuluh terus melakukan pendampingan kepada petani sekaligus berkoordinasi dengan POPT untuk mengetahui kondisi tanaman di lapangan.
"POPT bertugas melakukan pengamatan terhadap organisme pengganggu tanaman. Ketika ada serangan, mereka yang memantau dan memberikan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan," ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan iklim membuat kondisi pertanian semakin dinamis. Pergeseran musim tanam, perubahan pola hujan, hingga kondisi kelembapan lahan dapat memengaruhi perkembangan hama dan penyakit tanaman.
Karena itu, penyuluh mendorong petani untuk menerapkan budidaya yang lebih adaptif, mulai dari pemilihan varietas yang sesuai, pengaturan waktu tanam, hingga penerapan teknologi pertanian berdasarkan kondisi lahan.
"Ketika penyuluh berada di samping petani dan memahami kondisi wilayahnya, berbagai kendala bisa lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi," jelasnya.
Selain pengawasan hama, penyuluh juga terus mendorong pelaksanaan tanam serempak melalui kalender tanam yang telah disusun bersama petani. Pola tanam serempak dinilai dapat membantu mengurangi risiko penyebaran hama karena pertumbuhan tanaman berada dalam fase yang hampir sama.
"Tanam serempak salah satu tujuannya agar serangan hama bisa diminimalkan. Kalau penanaman tidak seragam, hama akan lebih mudah berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya," katanya.
Irfan menambahkan, pengendalian hama juga menjadi bagian dari upaya menjaga target peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Batang Hari. Dengan dukungan penyuluh, POPT, pemerintah daerah, dan petani, sektor pertanian diharapkan tetap mampu bertahan menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar petani mendapatkan informasi, teknologi, dan pendampingan yang tepat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....