Ada Tujuh Kawasan Rawan Jadi Prioritas Patroli Karhutla di Jambi

  • 30 Jul 2026 05:08 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Manggala Agni Provinsi Jambi memfokuskan pengawasan di tujuh kawasan yang selama ini menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah-wilayah tersebut diprioritaskan karena memiliki riwayat kejadian karhutla yang berulang setiap musim kemarau.

Koordinator Wilayah Manggala Agni Provinsi Jambi, Rinaldi, mengatakan pemetaan kawasan rawan menjadi dasar penempatan personel, patroli terpadu, hingga pendirian posko untuk mempercepat deteksi dini dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

"Kami memang sudah memetakan wilayah-wilayah yang sering mengalami kejadian berulang di Provinsi Jambi. Ada sekitar tujuh lokasi yang menjadi prioritas penanganan," ujar Rinaldi, Rabu 29 Juli 2026.

Tujuh kawasan prioritas tersebut meliputi wilayah penyangga Hutan Lindung (HL) Gelam, areal PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) di Kabupaten Batanghari, Tahura Sultan Thaha Syaifuddin ( Senami) di Kabupaten Batanghari, kawasan Tahura Orang Kayo Hitam di Kecamatan Kumpeh, kawasan perbatasan Jambi-Riau di Kecamatan Batang Asam, wilayah penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), serta kawasan penyangga Taman Nasional Berbak-Sembilang di Kecamatan Sadu.

Menurut Rinaldi, kawasan-kawasan tersebut menjadi perhatian utama karena hampir setiap tahun muncul titik api, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Lokasi-lokasi ini memang sering terjadi kebakaran sehingga menjadi fokus pengawasan kami bersama Satgas Karhutla Provinsi Jambi," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Manggala Agni menempatkan pos patroli terpadu maupun patroli mandiri di kawasan prioritas. Patroli dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi lapangan, mendeteksi titik api sejak dini, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain patroli darat, pemantauan juga dilakukan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan dan patroli udara yang dilakukan Satgas Udara. Informasi dari kedua sistem tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan melalui pemeriksaan langsung atau ground check.

Rinaldi mengatakan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan mengingat Provinsi Jambi telah memasuki musim kemarau dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

"Kami berharap dengan patroli yang lebih intensif di kawasan prioritas, setiap potensi kebakaran bisa diketahui lebih awal sehingga dapat segera dipadamkan sebelum meluas," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....