Ivan Wirata Nahkodai MTI Provinsi Jambi, Dorong Ekonomi lewat Transportasi

  • 25 Jul 2026 17:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswil LB) Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Provinsi Jambi yang digelar di Ruang Rapat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Jumat 24 Juli 2026 menjadi tonggak baru bagi arah pembangunan transportasi di Provinsi Jambi. Dalam forum tersebut, Ivan Wirata resmi dipercaya menakhodai MTI Jambi untuk masa bakti 2026–2029.

Ivan Wirata mengucapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua MTI Jambi bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan transportasi yang terus berkembang di Provinsi Jambi.

"Transportasi bukan sekadar memindahkan orang dan barang. Transportasi adalah urat nadi pembangunan. Ketika konektivitas semakin baik, biaya logistik akan turun, investasi meningkat, lapangan kerja tercipta, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat," ujarnya.

Menurut Ivan Wirata, pembangunan sektor transportasi harus dipandang sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi daerah, bukan hanya urusan sektor perhubungan semata. Jambi, katanya, memiliki modal besar berupa perkebunan, pertambangan, pelabuhan laut, Sungai Batanghari, bandar udara, jaringan jalan nasional maupun provinsi, hingga rencana pengembangan kereta api.

Namun, seluruh potensi tersebut harus diintegrasikan dalam satu sistem transportasi yang modern dan saling terhubung agar Jambi tidak lagi sekadar menjadi daerah lintasan, tetapi berkembang menjadi pusat distribusi, pusat logistik, dan simpul pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Dalam kesempatan itu, Ivan Wirata menegaskan MTI akan menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui kajian ilmiah, penyusunan rekomendasi kebijakan, forum kolaborasi, serta penyediaan data yang objektif.

"MTI bukan pelaksana proyek dan bukan regulator. Kami ingin menjadi think tank transportasi Sumatera yang mempertemukan akademisi, praktisi, birokrat, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk melahirkan solusi terbaik bagi pembangunan transportasi di Jambi," katanya.

Sebagai arah kerja organisasi, MTI Jambi telah menyiapkan Grand Design MTI Jambi 2026–2030 yang bertumpu pada delapan pilar strategis, yakni transportasi dan kebijakan, keselamatan transportasi, logistik dan supply chain, transportasi umum, digital transportation, pengembangan SDM dan sertifikasi, riset dan publikasi, serta kolaborasi.

Dari delapan pilar tersebut, MTI menargetkan lahirnya berbagai produk strategis, di antaranya Jambi Transportation Outlook, Road Safety Index Provinsi Jambi, Jambi Logistics Outlook, Dashboard Transportasi Jambi berbasis GIS dan Big Data, Transport Academy Jambi, serta Forum Transportasi Jambi sebagai ruang dialog seluruh pemangku kepentingan.

Ivan Wirata juga mengajak seluruh elemen untuk membangun budaya kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan transportasi tidak mungkin diwujudkan hanya oleh satu lembaga, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah sebagai regulator, DPRD dalam fungsi legislasi dan pengawasan, perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi, BUMN serta dunia usaha sebagai motor investasi, media sebagai penyebar informasi dan edukasi publik, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus mitra pembangunan.

Ia berharap MTI Jambi dapat menjadi bagian penting dalam penguatan kebijakan transportasi nasional sekaligus menjadi laboratorium inovasi transportasi di daerah. Di sisi lain, MTI juga menyatakan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jambi dalam memberikan berbagai masukan, kajian, dan rekomendasi yang konstruktif demi percepatan pembangunan transportasi yang aman, terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Ivan Wirata mengajak seluruh jajaran pengurus MTI Jambi untuk bekerja dengan semangat profesionalisme, integritas, inovasi, dan kolaborasi.

"Marilah kita jadikan MTI sebagai rumah besar transportasi yang menyatukan gagasan, ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, dan kepentingan masyarakat. Bersama kita wujudkan Jambi yang tidak hanya menjadi tempat lewat, tetapi menjadi pusat pergerakan, pusat logistik, dan simpul pertumbuhan ekonomi Sumatera," tutupnya.

Musyawarah Wilayah Luar Biasa MTI Jambi sendiri berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dengan agenda registrasi peserta, pembukaan, sidang pleno, penetapan Ketua MTI Jambi periode 2026–2029, hingga penutupan dan ramah tamah.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi MTI Jambi untuk memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang mampu menghadirkan kajian, rekomendasi kebijakan, dan inovasi guna mendukung terwujudnya sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....