Legalisasi Sumur Minyak Harus Diikuti Perbaikan Keselamatan dan Lingkungan

  • 25 Jul 2026 17:20 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Legalisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Kepala SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Bambang Dwi Djanuarto mengatakan, selama aktivitas penambangan berlangsung secara ilegal, pembinaan terhadap penambang sulit dilakukan.

Namun kini setelah memiliki payung hukum, badan usaha yang memperoleh kontrak wajib memberikan edukasi kepada para penambang mengenai prosedur kerja yang aman. Selain penambang harus diberikan penyuluhan mengenai cara menambang yang baik dan benar, di lokasi juga harus dipasang rambu larangan merokok dan seluruh aspek keselamatan wajib diterapkan. Selain itu, BUMD, koperasi, maupun UMKM yang memperoleh kontrak pengelolaan juga bertanggung jawab melakukan perbaikan tata kelola lingkungan di wilayah operasionalnya.

“Tujuannya Permen ini kan yang pertama memperbaiki tata kelola lingkungan yang selama ini ilegal kan kita tidak bisa lakukan perbaikan karena illegal. Kalau sekarang sudah legal harus diperbaiki tata kelola lingkungan yang lebih baik, aspek keselamatan. Jadi penambang yang dulu tidak bisa kita intervensi untuk penyuluhan terkait cara menambang yang baik dan benar, sekarang kita harus lakukan oleh BUMD, Koperasi, UMKM, melakukan penyuluhan kepada penambang untuk melakukan kegiatan menambang yang baik dan benar,”ujarnya, Kamis 23 Juli 2026.

Bambang Dwi Djanuarto menambahkan, Provinsi Jambi menjadi daerah dengan kontribusi produksi terbesar dari pengelolaan sumur minyak masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Berdasarkan data historis, produksi minyak dari Jambi mendominasi total produksi sumur masyarakat yang dikelola secara legal.

Pada Juli 2026, total produksi dari sumur masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan mencapai sekitar 1.700 barel minyak per hari// Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 barel berasal dari Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....