UIN Jambi Komitmen Wujudkan Kampus Inklusif

  • 19 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat komitmennya mewujudkan kampus inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen ditunjukkan melalui pelaksanaan Disability Awareness Training yang resmi dibuka Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., pada Sabtu 18 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan keseriusan universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini memang betul-betul menjadi konsentrasi kami untuk memberikan pelayanan dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas,” ujarnya.

Selanjutnya, rektor juga menyampaikan penghargaan kepada Prof. Arif Maftuhin yang bersedia hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kehadiran narasumber dinilai memberikan perspektif penting mengenai pengembangan kampus inklusif di Indonesia.

“Terima kasih atas kedatangan Prof. Arif Maftuhin, M.A., Ph.D. di UIN STS Jambi ini,” katanya.

Menurut Prof. Kasful Anwar, pelatihan tersebut menjadi semakin relevan karena UIN STS Jambi telah menerima mahasiswa penyandang disabilitas sejak empat tahun terakhir. Kondisi itu menuntut kesiapan seluruh unsur kampus dalam menghadirkan layanan akademik yang lebih baik.

“Kegiatan ini sangat penting karena semenjak empat tahun terakhir UIN STS Jambi sudah menerima mahasiswa disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi, Dr. Fridiyanto, M.Pd.I., menjelaskan bahwa Disability Awareness Training merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kampus yang inklusif. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap sivitas akademika perlu memiliki kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa difabel.

“Karena itu, penting bagi seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran, pemahaman, dan keterampilan dalam memberikan pelayanan serta pendampingan kepada mahasiswa difabel,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenai pendidikan inklusif. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam menciptakan kampus yang aksesibel. Pelatihan juga memperkuat jejaring kolaborasi dengan akademisi serta pegiat disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....