UNJA Perkuat Implementasi IKU Lima Melalui Coaching Clinic Kerja Sama
- 10 Jul 2026 09:46 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Universitas Jambi (UNJA) menggelar Coaching Clinic Proposal Kerja Sama dan Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 di Gedung UNIFAC Universitas Jambi, Mendalo, Selasa, 8 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., bersama dekan, wakil dekan, kepala lembaga, ketua jurusan, ketua program studi, dosen, serta pengelola kerja sama di lingkungan UNJA.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai implementasi IKU 5, khususnya dalam penyusunan proposal, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. "Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai implementasi IKU 5 sehingga kualitas penyusunan proposal, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama di UNJA dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Dalam sesi materi, Suryo Boediono, S.T., M.B.A., memaparkan Buku Panduan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026 serta strategi membangun kerja sama yang berdampak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama, tetapi juga dari implementasi program yang memberikan manfaat nyata melalui Implementation Arrangement (IA). "Selama ini banyak hasil penelitian yang hanya tersimpan di lemari. Penelitian dan kerja sama harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Jangan berhenti pada penandatanganan MoU dan MoA, tetapi lanjutkan melalui implementasi program yang nyata," katanya.
Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi mengenai strategi menyusun proposal berdasarkan program kerja sama yang telah dilaksanakan agar menghasilkan usulan yang berdampak. Menanggapi berbagai pertanyaan peserta, Suryo Boediono menjelaskan bahwa proposal yang baik tidak ditentukan oleh banyaknya kerja sama yang dimiliki, melainkan kemampuan menyusun narasi yang fokus, menunjukkan dampak, serta didukung data yang relevan.
Melalui coaching clinic ini, UNJA berharap implementasi IKU 5 semakin kuat dan mampu meningkatkan kualitas penyusunan proposal serta pengelolaan kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....