Lima Hektare Lahan di Muaro Jambi Terbakar Satgas Berjibaku Padamkan

  • 07 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, sekitar lima hektare lahan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, hangus dilalap si jago merah pada Minggu malam, 5 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga lantaran kobaran api mengamuk tak jauh dari akses jalan utama.

Kombinasi antara embusan angin yang kencang dan kondisi vegetasi yang mulai mengering membuat api meluas dengan sangat cepat. Tim gabungan Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD Muaro Jambi, TNI, Polri, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung diterjunkan ke lokasi begitu mendapat laporan.

Petugas harus berjibaku menembus pekatnya malam dan kepulan asap tebal demi menyekat pergerakan api agar tidak merembet ke perkebunan warga. Setelah berjuang keras selama dua setengah jam, api utama akhirnya berhasil dikendalikan pada Senin dini hari, 6 Juli 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, membenarkan bahwa luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.

"Kondisi lahan yang terbakar bervariasi. Sebagian besar merupakan lahan mineral, namun sebagian kecil sudah masuk ke area lahan gambut. Ini yang kami waspadai karena api di lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah," ujar Anari saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui status kepemilikan lahan serta penyebab pasti munculnya api, apakah murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan untuk membuka lahan (land clearing).

Meski api permukaan sudah padam, personel Satgas tidak langsung ditarik dari lokasi. Mereka masih bersiaga di Kelurahan Tanjung untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini krusial dilakukan demi memastikan tidak ada sisa bara api di bawah tanah yang berpotensi menyala kembali akibat embusan angin siang hari.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan di wilayah Muaro Jambi agar tidak melakukan aktivitas pembersihan maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau karena wilayah ini sangat rentan terhadap bencana karhutla," tutup Anari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....