BMKG Jambi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Dampak Perubahan Iklim
- 03 Jul 2026 23:11 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi- Menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat. Upaya bersama dinilai penting untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem dan perubahan pola iklim.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi sekaligus Kepala Stasiun Koordinator BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyono mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar upaya mitigasi dan adaptasi dapat berjalan lebih efektif.
"Pengendalian iklim dan adaptasi terhadap dampaknya membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan akademisi. Semua memiliki peran dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," ujar Ibnu, Jum’at 3 Juli 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari peningkatan literasi iklim, pemanfaatan informasi cuaca dan iklim, hingga penyusunan langkah adaptasi yang sesuai dengan kondisi daerah. Ia menjelaskan, BMKG memiliki peran dalam menyediakan data dan informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah maupun masyarakat dalam mengambil keputusan.
"Informasi cuaca dan iklim yang kami sediakan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, akademisi, pelaku usaha maupun masyarakat untuk menyusun langkah mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim," katanya.
Ibnu menyebutkan, salah satu bentuk edukasi yang dilakukan BMKG adalah melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Program tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya petani dan nelayan, agar mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi cuaca.
"Tujuan utamanya adalah agar masyarakat memahami informasi iklim dan mampu menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi cuaca. Petani dapat memanfaatkan informasi iklim untuk kegiatan pertanian, sementara nelayan bisa memahami informasi cuaca maritim sebelum melaut," jelasnya.
Selain edukasi kepada masyarakat, BMKG juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan lembaga yang bergerak di sektor pertanian maupun kelautan.
Menurut Ibnu, tantangan perubahan iklim akan semakin besar apabila tidak diiringi dengan kesiapan masyarakat dan penguatan kebijakan berbasis informasi iklim. "Perubahan iklim sudah nyata. Karena itu diperlukan langkah bersama, mulai dari mengurangi dampak perubahan iklim, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, hingga membangun sistem yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca," ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan informasi yang disediakan BMKG, termasuk melalui aplikasi Info BMKG, sebagai bagian dari upaya menghadapi risiko cuaca ekstrem."Kesadaran dan kepedulian terhadap perubahan iklim harus dibangun bersama. Dengan kolaborasi semua pihak, kita dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim di Provinsi Jambi maupun Indonesia secara umum," pungkas Ibnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....