Tak Hanya Soal Uang, Investasi Kesehatan Jadi Modal Bagi Generasi Muda
- 29 Jun 2026 13:17 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi — Di tengah masifnya edukasi mengenai investasi saham, kripto, hingga emas digital di kalangan generasi muda, sebuah perspektif penting datang dari dunia akademis. Investasi finansial dinilai akan kehilangan maknanya jika tidak diimbangi dengan fondasi yang paling mendasar, yaitu investasi kesehatan (health investment).
Akademisi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, menekankan bahwa kesehatan adalah aset terbesar (the ultimate asset) yang memiliki efek domino paling kuat terhadap produktivitas dan keberlanjutan finansial masa depan anak muda.
Kesehatan sebagai Aset Utama, Bukan Biaya
Ahmad Soleh menyatakan, kesalahan paradigma yang sering terjadi saat ini adalah memandang kesehatan sebagai sebuah biaya (expense), bukan investasi. Banyak anak muda yang rela menghabiskan jutaan rupiah untuk gawai terbaru atau pos gaya hidup, namun enggan menyisihkan dana untuk makanan bernutrisi, pemeriksaan kesehatan berkala, atau premi perlindungan kesehatan.
"Secara ekonomi, kesehatan adalah human capital atau modal manusia yang paling utama. Tanpa fisik dan mental yang sehat, kapasitas seseorang untuk bekerja, berinovasi, dan menghasilkan pendapatan akan menurun drastis. Jadi, merawat tubuh hari ini adalah langkah konkret mengamankan portofolio masa depan," ujar Ahmad Soleh, Minggu, 28 Juni 2026.
Beliau menambahkan bahwa inflasi biaya medis atau perawatan rumah sakit terus meningkat setiap tahunnya. Jika anak muda tidak berinvestasi pada gaya hidup sehat sejak dini, keuntungan dari investasi finansial yang mereka kumpulkan bisa habis dalam sekejap hanya untuk membiayai pengobatan di masa tua.
Bentuk Investasi Kesehatan bagi Generasi Muda
Bagi mahasiswa dan pekerja muda, Ahmad Soleh menjabarkan beberapa langkah taktis untuk memulai investasi kesehatan yang mudah dan berdampak jangka panjang:
Pola Konsumsi dan Nutrisi: Memangkas anggaran "bocor halus" untuk makanan cepat saji atau minuman manis kekinian, dan mengalihkannya pada makanan yang lebih padat nutrisi.
Investasi Waktu untuk Fisik: Menyisihkan waktu minimal 30 menit sehari untuk bergerak atau berolahraga secara konsisten. Ini setara dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) dalam keuangan, di mana manfaatnya akan terakumulasi secara eksponensial di masa depan.
Asuransi dan Proteksi Kesehatan: Memastikan diri memiliki jaminan kesehatan yang aktif, seperti BPJS Kesehatan atau asuransi mandiri, sebagai jaring pengaman finansial jika terjadi risiko tak terduga.
Efek Sinergi: Healthy Body, Wealthy Life
Menurut pandangan akademis ini, ada korelasi positif yang sangat kuat antara manajemen kesehatan yang baik dengan kecerdasan finansial. Seseorang yang disiplin menjaga pola hidupnya cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik, yang sangat dibutuhkan saat mengambil keputusan investasi di pasar modal agar tidak terjebak FOMO atau panic selling.
"Investasi jangka panjang terbaik sebenarnya adalah sinergi antara kesehatan dan keuangan. Apa gunanya memiliki portofolio saham miliaran rupiah di usia 40 tahun jika tubuh kita sudah ringkih dan tidak bisa menikmatinya? Kebebasan finansial yang sejati hanya bisa dirasakan jika kita memiliki tubuh yang sehat untuk merayakannya," tegas Ahmad Soleh.
Melalui pendekatan ini, generasi muda di Jambi diharapkan mulai menyeimbangkan porsi alokasi harian mereka—tidak hanya sibuk mengejar angka di aplikasi investasi finansial, tetapi juga mulai melek terhadap investasi kesehatan demi masa depan yang seimbang dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....