Investasi Jangka Panjang Jadi Kebutuhan Anak Muda

  • 29 Jun 2026 11:23 WIB
  •  Jambi

RRI.co.id, Jambi - Maraknya tren investasi di kalangan generasi muda belakangan ini kerap kali didominasi oleh orientasi jangka pendek. Keinginan untuk mendapatkan keuntungan instan membuat banyak anak muda terjebak dalam ekosistem perdagangan harian (day trading) yang fluktuatif dan berisiko tinggi.

Menanggapi fenomena tersebut, akademisi dari Universitas Jambi (Unja), Ahmad Soleh, mengingatkan pentingnya mengubah paradigma dari sekadar berburu cuan cepat menjadi investasi jangka panjang demi mengamankan masa depan finansial.

Menurut Ahmad Soleh, investasi jangka panjang bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi anak muda untuk menghadapi tantangan ekonomi dan inflasi di masa depan.

Mengubah Pola Pikir: Dari Spekulasi ke Akumulasi Nilai

Ahmad Soleh menyoroti bahwa hambatan terbesar anak muda saat ini adalah ketidak sabaran. Media sosial sering kali mendistorsi realitas investasi dengan hanya menampilkan keberhasilan instan tanpa memperlihatkan proses risiko di baliknya.

"Banyak yang terjebak menyamakan investasi dengan berspekulasi. Padahal, esensi dari investasi sejati adalah akumulasi nilai dalam jangka waktu yang panjang," ujar Ahmad Soleh, Minggu, 28 Juni 2026.

Beliau menambahkan bahwa anak muda memiliki satu modal terbesar yang tidak dimiliki oleh investor senior, yaitu waktu. Dengan memulai lebih awal, jangka waktu yang dimiliki untuk mengendapkan modal menjadi lebih panjang, sehingga potensi keuntungan di masa depan jauh lebih optimal.

Komposisi Portofolio Jangka Panjang Ideal untuk Anak Muda

Bagi mahasiswa atau pekerja muda yang ingin memulai, Ahmad Soleh menyarankan untuk fokus pada instrumen yang memiliki rekam jejak pertumbuhan yang stabil di atas nilai inflasi tahunan. Berikut adalah beberapa instrumen yang direkomendasikan:

Reksa Dana Saham atau Indeks: Cocok untuk modal minim namun memiliki pertumbuhan jangka panjang (di atas 5 tahun) yang kuat karena dikelola oleh Manajer Investasi profesional.

Emas Digital: Berfungsi sebagai jangkar pengaman (safe haven) untuk menjaga nilai uang agar tidak tergerus oleh inflasi, terutama untuk tujuan keuangan seperti DP rumah atau dana menikah.

Saham Blue Chip: Bagi yang sudah memiliki pemahaman dasar, menyisihkan uang pada saham perusahaan besar dengan fundamental kuat dan rutin membagikan dividen adalah langkah strategis.

Memanfaatkan Keajaiban Compounding Interest

Salah satu alasan ilmiah mengapa akademisi Unja ini sangat menekankan investasi jangka panjang adalah efek Compounding Interest atau efek bola salju (bunga berbunga).

Ketika keuntungan dari hasil investasi tidak ditarik, melainkan diinvestasikan kembali (reinvest), maka modal dasar akan terus membesar secara eksponensial dari tahun ke tahun.

"Uang yang bekerja untuk Anda akan menghasilkan uang baru, dan uang baru tersebut akan menghasilkan uang lagi. Efek bola salju ini baru akan terasa signifikan setelah berjalan 5 hingga 10 tahun. Di sinilah letak kunci kemandirian finansial," jelasnya.

Pesan untuk Generasi Muda Jambi

Sebagai penutup, Ahmad Soleh berpesan agar anak muda di Jambi tidak perlu minder jika hanya bisa memulai investasi dengan nominal kecil. Teknologi finansial saat ini sudah sangat inklusif dan mempermudah akses bagi siapa saja.

"Jangan menunggu punya uang banyak baru mulai berinvestasi. Justru mulailah dari yang kecil secara konsisten (disiplin) agar terbentuk kebiasaan finansial yang sehat. Nilai nominal bisa ditingkatkan seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pendapatan Anda," pungkas Ahmad Soleh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....