Kasus Campak Meningkat di Kota Jambi, Masyarakat Dihimbau Waspada Gejalanya

  • 27 Jun 2026 21:32 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi : Ancaman penyakit campak kini tengah mengintai anak-anak di Kota Jambi dengan agresif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi membunyikan alarm waspada dan meminta para orang tua tidak mengabaikan imunisasi, menyusul lonjakan tajam kasus dugaan campak yang mendominasi kelompok usia anak sekolah sepanjang tahun 2026.

Bukan sekadar demam dan ruam merah biasa, penyakit yang dipicu oleh infeksi virus ini menyimpan risiko fatal yang mematikan jika telat ditangani. Campak diketahui bisa memicu komplikasi berat yang menyerang organ vital anak, mulai dari infeksi paru-paru akut hingga radang otak.

Hingga 17 Juni 2026, Dinkes Kota Jambi mencatat potret mengejutkan dengan temuan 681 kasus dugaan campak di lapangan. Mayoritas di antaranya, yakni 612 kasus, merupakan campak klinis, sementara 5 kasus telah terkonfirmasi positif lewat uji laboratorium, 10 kasus negatif, dan 54 kasus lainnya masih dalam pemantauan ketat.

Fakta di lapangan menunjukkan fenomena mengkhawatirkan: virus ini paling banyak menyerang anak usia sekolah dasar (5-9 tahun) dengan 213 kasus. Disusul kemudian oleh kelompok balita usia 2-4 tahun sebanyak 176 kasus, anak di atas 10 tahun sebanyak 157 kasus, usia 12-23 bulan sebanyak 76 kasus, serta bayi di bawah satu tahun sebanyak 59 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, Rini Kartika Handajani, membeberkan tantangan berat yang dihadapi dalam mendeteksi kepastian penularan ini secara menyeluruh. Pengujian akurat harus melalui tes darah yang sampelnya wajib dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta.

"Keterbatasan anggaran menyebabkan pemeriksaan ini belum dapat dilakukan terhadap seluruh kasus sehingga sebagian besar diagnosis masih berdasarkan gejala klinis," ungkap Rini saat memberikan keterangan, Jumat, 26 Juni 2026.

Menghadapi situasi yang kian mendesak ini, petugas kesehatan di Kota Jambi kini gencar melakukan "jemput bola". Mulai dari pengobatan intensif, pelacakan kontak erat, hingga menggelar program imunisasi kejar langsung ke lingkungan warga demi menyelamatkan anak-anak yang belum pernah mendapatkan vaksinasi campak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....