UIN Jambi Memperkuat Kiprah ke Tingkat Internasional

  • 22 Jun 2026 22:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kaduna State University, Nigeria, Kamis 18 Juni 2026.

Penandatanganan kerja sama berlangsung secara virtual dan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya UIN STS Jambi dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kolaborasi internasional.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, penandatanganan MoU ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari berbagai kegiatan bersama yang akan dilaksanakan pada masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerja sama ini. Harapannya, kegiatan hari ini menjadi langkah awal menuju berbagai program dan kegiatan berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, UIN STS Jambi terus berkomitmen membangun kemitraan internasional yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi. Selain itu, kerja sama ini diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, riset, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, RektorKaduna StateUniversity, Prof. Abdullahi Ibrahim Musa, turut mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut nyata setelah penandatanganan dokumen kerja sama. Menurutnya, keberhasilan sebuah kerja sama tidak diukur dari implementasi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kedua institusi.

“ Tahapan ini menjadi bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi pada tingkat fakultas. Dengan demikian, implementasi program kerja dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Selain agenda Mou dengan diisi webinar internasional yang menghadirkan Dr. Zainab Yusuf dari KadunaState University. Dalam paparannya, ia membahas persoalan keamanan yang terjadi di Nigeria. Salah satu isu yang menjadi perhatian yakni maraknya kasus penculikan anak di lingkungan sekolah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan pendekatan multidisipliner dan keterlibatan berbagai pihak.

Untuk itu, kolaborasi akademik dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model penanganan yang efektif. Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial yang bersifat global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....