UIN STS Jambi Sosialisasikan Pendanaan Riset MORA AIR
- 19 Jun 2026 14:04 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar sosialisasi program pendanaan riset MORA The AIR Funds di Amphitheater lantai empat Gedung Rektorat, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 dosen dari berbagai fakultas serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, termasuk para wakil rektor, ketua lembaga, dan kepala biro.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dari Kementerian Agama yang dinilai menjadi motivasi bagi dosen untuk lebih aktif dalam mengembangkan riset. Ia berharap jumlah penerima pendanaan dari UIN STS Jambi terus meningkat pada tahun ini. “Saya berharap tahun ini minimal ada lima dosen yang berhasil memperoleh pendanaan MORA The AIR Funds,” ujarnya.
Menurut Prof. Kasful, pada tahun sebelumnya terdapat tiga dosen UIN STS Jambi yang berhasil memperoleh pendanaan riset. Sementara pada tahun ini sudah ada dua dosen yang mengajukan proposal, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Ayub Mursalin, Ph.D dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Arfan. Ia menegaskan budaya riset harus terus diperkuat karena menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama, Dr. Ruchman Basori, mengatakan batas akhir pengajuan proposal pendanaan riset ditetapkan pada 24 Juni 2026. Karena itu, ia mengajak para dosen memanfaatkan waktu yang masih tersedia untuk menyusun proposal yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun program prioritas nasional.
Menurut Ruchman, proposal yang diajukan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat, mendukung program prioritas pemerintah, serta melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. “Presiden memiliki program asta cita, Kemenag memiliki program asta protas. Kita bisa menggali hal tersebut untuk menjadi riset. Jangan lupakan juga untuk berkolaborasi dengan mitra, baik sesama perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, maupun lembaga lainnya,” katanya. Ia menambahkan pendanaan yang tersedia mencapai Rp2 miliar untuk riset bidang sains dan kesehatan, serta hingga Rp500 juta untuk penelitian sosial, ekonomi, dan keagamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....