Danrem 042/Gapu Jambi Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca

  • 30 Jun 2026 12:12 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jamb - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Karhutlah Provinsi Jambi melakukan peninjauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Eks Bandara lama.

Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Jambi dalam memperpanjang intensitas curah hujan guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan menjaga kebasahan lahan gambut di wilayah rawan.

Brigjen TNI Nyamin mengatakan Satgas Karhutlah Provinsi Jambi melaksanakan dua tahap Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan secara Mandiri oleh PT. Wirakarya Sakti (WKS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ri.

"Pencegahan bencana karhutla di Jambi dilakukan melalui dua tahap kerja sama strategis," kata Komandan Komando Resor Militer (Korem) 042/Gapu melalui pesan media sosial, Selasa 9 Juni 2026.

Tahap Pertama: PT Wirakarya Sakti (WKS) sebanyak 20 sortie penerbangan sejak 18 Mei hingga 6 Juni 2026.

Tahap Kedua: BNPB RI mulai 5 Juni hingga 12 Juni 2026. Terhitung hingga per 9 Juni 2026 telah merampungkan 8 sortie penggaraman awan.

Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin menilai beberapa indikator Penyemaian garam pada awan potensial ini membawa dampak positif langsung terhadap kondisi lapangan di Jambi.

"Tingkat curah hujan di provinsi Jambi saat ini masih ada, dengan memanfaatkan Awan yang berpotensi menghasilkan hujan dengan melaksanakan OMC," katanya.

Brigjen TNI Nyamin menambahkan bahwa Indikator OMC sangat efektif dan akurat yaitu Tingkat /Angka kebakaran Hutan atau lahan masih relatif sangat kecil serta Tinggi Muka Air diwilayah Lahan gambut masih normal dan belum berpotensi terjadinya kebakaran di Lahan Gambut.

Untuk diketahui Sortie adalah penerbangan yang merujuk pada satu misi penerbangan tunggal dari satu pesawat. Satu sortie dihitung dari lepas landas (takeoff), melakukan penyemaian awan, hingga mendarat (landing)

Berdasarkan data BMKG Jambi hasil pemantauan jumlah titik panas dari sensor modis (Satelit Terra Aqua), SNP, NOAA terhitung dari 1 Januari 2026 hingga 7 Juni 2026 tercatat sebanyak 1.205 titik panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....