Jambi Siagakan 81 Posko Karhutla Hadapi Puncak Kemarau

  • 04 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan sebanyak 81 posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menghadapi potensi peningkatan titik api selama musim kemarau 2026. Penambahan jumlah posko ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan jumlah posko yang disiapkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 terdapat 62 posko, maka pada tahun 2026 jumlahnya bertambah menjadi 81 posko yang tersebar di delapan kabupaten dan kota yang masuk kategori rawan karhutla.

“Tahun ini bertambah menjadi 81 posko yang tersebar di delapan kabupaten dan kota rawan karhutla,” ujar Andre, Kamis 4 Juni 2026. Menurutnya, penambahan posko dilakukan untuk memperluas jangkauan pemantauan dan memperkuat koordinasi penanganan apabila terjadi kebakaran di lapangan.

Posko-posko tersebut akan diisi oleh personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta melibatkan masyarakat peduli api dan unsur perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan rawan kebakaran. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

Andre menjelaskan, dari total 81 posko yang disiapkan, sebanyak 11 posko dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi. Sementara itu, 70 posko lainnya mendapat dukungan pendanaan dari perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan karhutla sebagai bentuk kontribusi dalam upaya mitigasi bencana.

Selain menyiapkan posko darat, BPBD Provinsi Jambi juga akan segera mengaktifkan posko udara dan posko darat terpadu setelah pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026. “Kita ingin seluruh personel siap melakukan patroli, sosialisasi dan penanganan cepat jika terjadi kebakaran,” kata Andre. BPBD Jambi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....