Momen HUT Jambi, Maulana Usul Kampung Nelayan, Dorong Ketahanan Pangan
- 02 Jun 2026 22:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Wali Kota Jambi, Maulana, memanfaatkan momentum sakral Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan 625 Tahun Tanah Pilih Pusako Betuah untuk melobi pemerintah pusat. Di hadapan para menteri, ia menyodorkan sejumlah usulan strategis untuk mendongkrak kemajuan Kota Jambi.
Tak tanggung-tanggung, usulan tersebut disampaikan langsung di depan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang hadir dalam sidang paripurna tersebut.
Maulana membidik pengembangan dua wilayah potensial, yakni Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan, untuk disulap menjadi kampung nelayan berbasis danau. Langkah ini dinilai strategis dalam menyokong program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pusat.
"Kita punya potensi danau yang bisa didorong menjadi kampung nelayan. Kampung nelayan berbasis danau ini nantinya dapat memproduksi ikan untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Maulana pada Selasa, 2 Juni 2026.
Bak gayung bersambut, Maulana menyebut usulan tersebut langsung mendapat sinyal hijau dan respons positif dari Menko Bidang Pangan. Pemkot Jambi berharap sokongan dana dan program dari pusat bisa segera mengucur agar produktivitas sektor perikanan dan ekonomi warga seberang Kota Jambi bisa langsung menggeliat.
Keterbatasan APBD Jadi Tantangan Utama
Gayung bersambut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengamini bahwa sinergi dengan Jakarta adalah harga mati. Ia blak-blakan mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi terlalu minim untuk membiayai proyek-proyek berdampak besar secara mandiri.
"Banyak program yang harus disandingkan dengan pemerintah pusat, karena APBD Kota Jambi sangat terbatas," ungkap Kemas Faried.
Contoh Sukses Kolaborasi: Faried mencontohkan proyek prestisius pembangunan kolam retensi Sungai Asam yang saat ini tengah dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Proyek ini dibiayai lewat kerja sama pusat dan daerah.
Multifungsi: Atasi Banjir Sekaligus Ruang Publik
Jika tidak ada aral melintang, infrastruktur pengendali banjir ini diproyeksikan bakal menjadi ikon baru Kota Jambi yang multifungsi. Selain menyerap debit air saat intensitas hujan tinggi, kawasannya akan ditata menjadi area rekreasi warga.
"Insya Allah kami mohon doa masyarakat. Apabila berjalan lancar, pada November atau Desember nanti kolam retensi ini akan diresmikan. Selain mengurai banjir, kawasan tersebut juga akan dilengkapi jogging track yang dapat dimanfaatkan masyarakat," tambahnya optimis.
Melalui keharmonisan hubungan antara daerah dan pusat ini, DPRD Kota Jambi berharap persoalan-persoalan klasik kota—mulai dari banjir, kerawanan pangan, hingga infrastruktur yang usang—bisa bertahap dituntaskan demi mewujudkan Kota Jambi yang maju dan berdaya saing tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....