Bulog Jambi Ekspansi Gudang Baru 1.000 Ton guna Pangkas Biaya Logistik

  • 01 Jun 2026 22:46 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tingginya biaya transportasi logistik yang kerap memicu lonjakan harga pangan dan inflasi di Provinsi Jambi coba dipangkas lewat strategi baru. Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jambi kini tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran dengan membangun jaringan gudang penyimpanan pangan baru berkapasitas masing-masing 1.000 ton di lima kabupaten strategis.

Pembangunan klaster lumbung pangan baru ini dirancang untuk memotong rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang dan memakan biaya besar. Dengan mendekatkan gudang ke pusat-pusat produksi pertanian, mobilisasi pangan ke masyarakat dipastikan akan menjadi jauh lebih cepat, murah, dan efisien.

Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jambi, Wiwin Indratno, menjelaskan bahwa proyek pemangkasan jalur logistik ini dapat terealisasi berkat dukungan penuh pemerintah daerah yang siap menyuplai lahan melalui sistem hibah.

"Gudang yang dirancang ini nantinya memiliki kapasitas rata-rata 1.000 ton. Untuk mendukung fasilitas tersebut, masing-masing pemerintah daerah menyiapkan lahan hibah seluas sekitar 2,5 hektare," ujar Wiwin Indratno, Senin, 1 Juni 2026.

Dongkrak Penyerapan Hasil Panen Petani Lokal

Adapun lima daerah yang dipilih menjadi titik sentral logistik baru ini adalah Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Merangin, dan Muaro Jambi. Khusus untuk kawasan Muaro Jambi, penempatan gudang akan dipusatkan di Kecamatan Taman Rajo di atas lahan seluas satu hektare.

Kehadiran infrastruktur ini membawa angin segar bagi para petani lokal. Pasalnya, fungsi gudang baru ini sengaja diperluas; tidak hanya diisi oleh beras komersial bawaan luar daerah atau cadangan pemerintah, melainkan didesain menjadi pusat penampungan berbagai komoditas pangan pascapanen asli milik petani Jambi.

Dengan terpangkasnya biaya operasional angkutan dan terjaminnya kapasitas tampung, Bulog optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan serta menstabilkan harga pangan di pasar tradisional secara lebih cepat dan merata.

"Fasilitas baru tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat penyimpanan beras komersial dan cadangan pemerintah, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat penampungan berbagai komoditas pangan pascapanen milik petani setempat," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....