Pemkot Jambi Lirik Potensi PAD dari Retribusi Kabel Jaringan Utilitas

  • 31 Mei 2026 23:29 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Masalah karut-marut kabel utilitas di sejumlah ruas jalan utama Kota Jambi kini menjadi atensi serius pemerintah daerah. Langkah konkret mulai diambil dengan menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan kajian komprehensif guna membenahi kabel-kabel yang mengganggu keindahan kota tersebut.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa pembahasan intensif mengenai persoalan ini sudah bergulir sejak sepekan terakhir. Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi kini tengah membedah skema penataan kabel dari beberapa daerah di Indonesia yang dinilai telah sukses mengelolanya.

"Kita bisa belajar dari Bekasi atau kota-kota lainnya untuk persoalan ini," ujar Maulana pada Minggu, 31 Mei 2026.

Menariknya, Maulana melihat persoalan kabel ini tidak hanya sebatas pada pembenahan estetika wajah kota belaka. Keberadaan jaringan kabel penyedia layanan internet dan telekomunikasi tersebut sebenarnya menyimpan potensi besar untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pemanfaatan bahu jalan.

Hanya saja, potensi pundi-pundi rupiah tersebut sejauh ini belum bisa digarap maksimal karena Kota Jambi belum mengantongi payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur retribusi khusus tersebut.

"Tempat-tempat lain punya Perda retribusi pemanfaatan bahu jalan. Dari pembayaran retribusi kabel-kabel itu nantinya bisa menjadi PAD kita," jelasnya.

Maulana pun mengakui hambatan aturan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. "Sekarang belum bisa karena kita belum punya payung hukumnya," lanjutnya lagi.

Menatap ke depan, Pemkot Jambi memasang target jangka panjang untuk memodernisasi seluruh jaringan kabel dengan menanamnya ke bawah tanah (ducting). Langkah berani ini dinilai krusial demi menjamin keselamatan, kenyamanan pengguna jalan, sekaligus melenyapkan pemandangan "langit kelabu" akibat bentangan kabel udara.

Guna mempercepat realisasi proyek infrastruktur tersebut, pemerintah daerah menyatakan terbuka bagi pihak swasta yang berminat menanamkan modalnya.

"Kita akan mencari investor untuk membangun jaringan bawah tanah. Jadi nanti semua kabel tidak boleh lagi berada di udara," pungkas Maulana menegaskan komitmennya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....