PALUH ASRI: Transformasi Dapur Arang Menjadi Kawasan Kaya Keanekaragaman Hayati
- 30 Mei 2026 18:37 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Dahulu setiap hari mangrove di Pesisir Desa Pasar Rawa, kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ditebang untuk dibakar dan dijadikan arang. Dapur-dapur pembuat arang berdiri di tepian sungai. Usaha ini sudah berlangsung turun temurun guna menyambung hidup masyarakat pesisir.
Banyak warga belum paham fungsi hutan mangrove. Ketika hutan hilang, abrasi mulai mengikis daratan, air laut semakin mudah masuk ke pemukiman dan hasil tangkap nelayan perlahan menurun. Burung-burung air makin jarang terlihat, kepiting dan ikan semakin sulit didapat, sementara ruang hidup satwa pesisir terus menyusut.
Keadaan perlahan berubah ketika PT Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menghadirkan Program PALUH ASRI (Paluh Berdaya, Asri dan Lestari) Eco Edukasi Pasar Rawa sejak tahun 2023. Program ini tidak sekadar menanam mangrove, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga alam dapat berjalan seiring dengan menjaga penghidupan masyarakat.
Mantan Perambah Mangrove Berubah Menjadi Kelompok Konservasi
Awalnya pendekatan dilakukan secara perlahan dimulai dengan mendengarkan masyarakat, melibatkan kelompok nelayan, pemuda, pemerintah desa, hingga warga yang sebelumnya menjadi pelaku pembalakan mangrove. Dari pendekatan tersebut tumbuh pemahaman baru bahwa fungsi mangrove jauh lebih besar ketika dijaga dibanding ditebang. Akibatnya perubahan paling nyata terlihat dari Masyarakat di Pasar Rawa.
Sebanyak 23 alumni pembalak mangrove bertransformasi menjadi anggota Bank Sampah Pasarawa sebanyak 10 orang dan Kelompok konservasi pengelola Edu Ekowisata mangrove sebanyak 13 orang.
Perubahan di Kawasan juga mulai menunjukkan hasil yang positif. Penanaman 8.500 pohon hingga tahun 2025 di area seluas 300 hektare, pembuatan jalur tracking mangrove secara gotong royong telah membuat wisatawan berdatangan menikmati kawasan. Selain itu, anak-anak sekolah dan mahasiswa juga mulai datang untuk belajar tentang ekosistem pesisir.
“Kami dulu membuka dapur arang dengan membabat kayu mangrove. Tapi semakin lama ikan semakin susah didapat. Sekarang setelah mangrove dijaga, hasil tangkapan mulai meningkat lagi,” ujar Yudi, salah satu warga yang kini dikenal sebagai penjaga mangrove Pasar Rawa.
Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development Regional 1 mengatakan Program PALUH ASRI menjadi bukti bahwa pelestarian keanekaragaman hayati dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....