Kasus Narkoba Melonjak, Jambi Rancang Panti Rehabilitasi Berbasis Pertanian
- 25 Mei 2026 23:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi tengah mematangkan langkah strategis jangka panjang untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan. Sebuah panti rehabilitasi yang representatif rencananya akan mulai dibangun pada tahun dua ribu dua puluh tujuh mendatang dengan konsep pemberdayaan melalui sektor pertanian.
Rencana besar tersebut dibeberkan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di sela-sela menghadiri pemusnahan massal barang bukti narkotika di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jambi, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Al Haris, penanganan para korban yang terjerumus barang haram tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan hukum atau pemidanaan semata, melainkan butuh pemulihan total agar mereka kembali produktif.
“Nanti kita coba rencanakan tahun dua ribu dua puluh tujuh membangun panti rehabilitasi. Selain direhabilitasi, mereka juga bisa diberikan edukasi dan kegiatan pertanian,” ungkap Al Haris saat menjelaskan arah kebijakan penanganan dampak sosial narkoba.
Langkah solutif ini dinilai sangat mendesak. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Polda Jambi, grafik kasus narkotika di wilayah Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 kemarin sempat mengalami lonjakan signifikan hingga 13,95 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
Selain itu, Al Haris menilai benteng pertahanan terbaik untuk mempersempit ruang gerak peredaran zat terlarang ini harus dimulai dari lingkungan paling intim.
“Tidak boleh ada ruang untuk narkoba di mana saja. Benteng terakhir kita itu keluarga. Kalau keluarga kuat, maka penyalahgunaan narkoba bisa ditekan,” sebut Al Haris menambahkan.
Sinergi penanganan ini juga didukung penuh oleh aparat penegak hukum. Dalam momen yang sama, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, bersama unsur TNI, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, dan BNN memusnahkan 20 kilogram sabu, 20.237 butir pil ekstasi, serta 1.970 unit cartridge etomidate.
Kapolda pun mengingatkan bahwa tantangan pemulihan dan pencegahan ke depan akan semakin berat dengan munculnya tren cairan vape ilegal mengandung etomidate yang menyasar gaya hidup generasi muda. Ia menegaskan bahwa kebersamaan seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga tokoh agama, adalah kunci utama dalam memenangkan perang melawan narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....