Hapus TPS Liar, Pemkot Jambi Genjot Program Pengelolaan Sampah OPBM
- 23 Mei 2026 08:15 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi terus bergerak cepat membenahi karut-marut masalah persampahan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digenjot adalah penguatan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) guna melenyapkan keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang kerap mengotori sudut kota.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pembersihan TPS di pinggir jalan akan dilakukan secara bertahap. Kebijakan ini diambil seiring dengan kesiapan pelaksanaan OPBM di tingkat Rukun Tetangga (RT) yang persentasenya kini sudah menyentuh angka 80 persen.
Melalui sistem OPBM, warga diajak aktif menjaga lingkungan dengan pola jemput bola. Sampah dari rumah-rumah penduduk akan diangkut langsung menggunakan becak motor (bentor) menuju depo transfer sampah, sehingga tidak ada lagi tumpukan yang telantar di pinggir jalan.
| Baca juga: Pemkot Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah |
“Penutupan TPS pinggir jalan dilakukan jika pelaksanaan OPBM sudah 80 persen terlaksana. Masyarakat bisa berkoordinasi dengan RT setempat untuk bergabung dalam program ini. Ini bentuk komitmen kita menjaga Kota Jambi tetap bersih,” kata Maulana di sela peninjauan pembangunan depo transfer sampah di kawasan Pasar Talang Banjar, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota turut didampingi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
Lebih lanjut, Maulana memaparkan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk membangun depo transfer sampah yang memadai. Kawasan Talang Banjar menjadi salah satu fokus utama karena volume pembuangannya cukup tinggi. Di wilayah tersebut, produksi sampah bisa mencapai sekitar 14 truk dalam sehari.
“Depo Talang Banjar ini bersifat sementara. Ke depan akan dibangun fasilitas yang lebih permanen di kawasan Kasang. Saat ini proses masih berjalan, dan beberapa TPS di sekitar akan segera ditutup sehingga sampah terpusat di depo sementara ini,” jelas Maulana menambahkan.
Program OPBM ini merupakan pilar penting dari gerakan Kampung Bahagia yang digagas Pemkot Jambi untuk membangun kesadaran memilah sampah sejak dari rumah.
Langkah revolusioner ini diharapkan mampu memangkas beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, yang saban harinya harus menampung pasokan sampah hingga hampir 400 ton. Lewat transformasi ini, Pemkot Jambi optimistis sinergi kuat bersama warga akan mewujudkan lingkungan kota yang jauh lebih bersih, sehat, dan tertata rapi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....