TBC di Jambi Meningkat, Gencarkan Screening dan Perketat Pendampingan Obat

  • 23 Mei 2026 08:13 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi -Grafik temuan warga terduga atau suspect Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Jambi dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan angka suspect ini menjadi sinyal positif bahwa sistem pelacakan dini (contact tracing) di tengah masyarakat kini berjalan lebih agresif guna memutus rantai penularan sedini mungkin.

Koordinator Program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) AIDS, Tuberculosis, and Malaria (ATM) Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Wilayah Provinsi Jambi, Didik Sunaryadi, menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah suspect ini merupakan hasil dari masifnya aksi jemput bola yang dilakukan para kader kesehatan di lapangan.

"Masyarakat tidak perlu panik melihat angka suspect atau terduga TBC yang saat ini meningkat. Ini artinya, fungsi deteksi dini kita berjalan dengan baik. Lebih baik kita temukan sebanyak-banyaknya di awal untuk segera dites, daripada mereka meledak dalam kondisi sudah parah atau telanjur menulari keluarga di rumah," ujar Didik kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026.

Saringan Ketat Melalui Diagnosis Modern

Para warga yang masuk dalam kategori suspect atau memiliki gejala klinis—seperti batuk berdahak lebih dari 2 minggu, demam lama, berat badan turun drastis, dan keringat malam—akan langsung diarahkan untuk menjalani tes dahak menggunakan alat diagnosis modern di fasilitas kesehatan.

Didik menegaskan, bagi mereka yang nantinya dinyatakan positif, kunci utama yang tidak boleh ditawar adalah komitmen menjalani masa pengobatan selama 6 bulan penuh secara teratur. Jika tidak disiplin dan putus obat di tengah jalan, status mereka bisa memburuk menjadi TBC Resistan Obat (TBC-RO) yang jauh lebih fatal dan kebal obat.

"Setiap suspect yang terkonfirmasi positif akan langsung masuk ke dalam sistem pendampingan ketat. Kami sudah menyiagakan Pengawas Minum Obat (PMO) dari unsur keluarga maupun kader komunitas untuk memastikan pasien minum obat sampai tuntas enam bulan penuh," jelasnya.

Akses Layanan dan Obat Gratis Pemerintah

Mengingat wilayah sebaran suspect yang meluas, Adinkes Jambi memastikan seluruh kesiapan logistik medis di tingkat dasar terpantau aman. Pemerintah telah menjamin ketersediaan alat uji laboratorium dan paket obat-obatan TBC tanpa dipungut biaya apa pun.

Didik mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan TOSS TBC (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh) dengan tidak memberikan stigma negatif kepada para suspect maupun pasien aktif.

"Semua Puskesmas di Jambi sudah siap melayani penanganan TBC dari hulu ke hilir secara gratis. Kolaborasi masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada indikasi gejala di lingkungannya adalah bantuan terbesar bagi kami untuk mewujudkan Jambi bebas dari ancaman TBC," pungkas Didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....