Pasien TBC Wajib Tuntaskan Obat 6 Bulan Penuh lewat Sistem Pendampingan Ketat
- 22 Mei 2026 22:51 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Kunci utama kesembuhan total dari penyakit Tuberkulosis (TBC) terletak pada kedisiplinan tingkat tinggi dalam mengonsumsi obat secara rutin tanpa terputus. Mengingat masa pengobatan yang memakan waktu minimal setengah tahun, Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Wilayah Provinsi Jambi kini memperkuat sistem pendampingan bagi pasien agar proses pemulihan berjalan optimal.
Koordinator Program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) AIDS, Tuberculosis, and Malaria (ATM) Adinkes Jambi, Didik Sunaryadi, mengingatkan masyarakat bahwa menghentikan konsumsi obat secara sepihak sebelum waktu yang ditentukan adalah kesalahan fatal yang sering terjadi.
"Mengobati TBC adalah komitmen jangka panjang. Pasien wajib meminum obat secara teratur selama enam bulan penuh tanpa bolong satu hari pun. Masalahnya, banyak pasien yang berhenti di bulan kedua atau ketiga karena merasa tubuhnya sudah sehat dan bugar. Padahal, bakteri di dalam paru-parunya baru pingsan, belum mati total," ujar Didik kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026.
Sistem Pendampingan: Benteng Cegah Putus Obat
Menyadari adanya fase kejenuhan psikologis yang kerap melanda pasien penderita TBC, Adinkes Jambi memaksimalkan peran Pengawas Minum Obat (PMO) di lingkungan keluarga serta kader komunitas.
Sistem pendampingan ini dirancang khusus untuk mengawasi, mengingatkan, sekaligus memberikan dukungan moral harian kepada pasien di rumah. Kehadiran pendamping memastikan kepatuhan medis tetap terjaga hingga dosis terakhir di bulan keenam.
Jika pendampingan ini gagal dan pasien telanjur putus obat, konsekuensinya sangat berbahaya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis akan bermutasi menjadi TBC Resistan Obat (TBC-RO).
Jika sudah masuk fase resistan, obat standar tidak akan mempan lagi. Pasien harus beralih ke regimen obat yang lebih keras dengan masa pengobatan yang jauh lebih menyiksa, yakni berkisar antara 9 hingga 24 bulan (dua tahun).
"Sistem pendampingan berbasis keluarga dan komunitas ini adalah benteng pertahanan kita. Kami melatih kader untuk mendampingi pasien secara humanis agar mereka tidak merasa berjuang sendirian melawan kejenuhan minum obat," jelas Didik.
Deteksi Gejala dan Layanan Gratis di Puskesmas
Didik kembali mengimbau warga Provinsi Jambi untuk peka melihat gejala awal TBC pada orang-orang terdekat. Apabila menemui indikasi seperti batuk berdahak tak kunjung sembuh selama lebih dari 2 minggu, demam meriang berkepanjangan, berat badan menyusut drastis, serta keluar keringat malam tanpa beraktivitas, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat diminta tidak perlu mencemaskan masalah biaya pengobatan jangka panjang ini karena seluruh prosesnya dijamin penuh oleh negara.
"Pemerintah sudah menyiapkan sarana diagnosis modern dan seluruh paket obat-obatan TBC selama enam bulan itu secara gratis di semua Puskesmas di Jambi. Lewat gerakan TOSS TBC—Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh—mari kita saling mendampingi dan mengawasi demi Jambi yang bebas dari TBC," pungkas Didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....